Ramah tamah Wali Kota
Medan Rahudman dengan pengurus dan anggota klub
PSMS melahirkan opini, bahwa kepengurusan Indra Sakti yang sebelumnya telah terpilih sebagai ketum belum sah. Pasca mengundurkan diri dari Ketua Umum PSMS, Rahudman menegaskan agar musyarawarah luar biasa segera dilaksanakan di bulan September ini untuk membentuk kepengurusan yang baru. <br><br>"Segeralah selenggarakan musyawarah luar biasa pada September ini. Minggu depan usahakan bisa terlaksana. Saya dan DPRD akan memfasilitasi agar dibentuk panitia untuk musyawarah itu. Kita harus mengacu pada AD/ART. Jangan mau eksis, tapi tidak memenuhi prinsip AD/ART. Kondisi
PSMS ini keprihatinan kita bersama. Kita jalin komunikasi yang erat demi membangun animo masyarakat dan bagaimana tim ini bisa disegani lawan. Tapi nasib saya juga, kalau saya nonton (di Teladan) menang PSMS, tapi kalau tidak, kalau itu," ujarnya sambil berkelakar.<br><br>Rahudman juga menyampaikan maafnya kepada klub-klub anggota PSMS, lantaran sejak diberikan mandat menjadi ketua umum PSMS, belum pernah menggelar silaturahim. "Saya mohon maaf, sejak klub memberikan mandat ke saya sebagai ketum, saya tidak pernah melakukan silaturahim seperti ini, sampai saya harus mengundurkan diri karena peratruran pemerintah dalam negeri itu saya laksanakan," ungkapnya. Rahudman juga meminta kepada manajemen
PSMS ISL dan IPL untuk menyatukan pemikiran agar
PSMS hanya satu. <br><br>"Kepada pengurus yang melaksanakan kompetisi yang sudah berakhir dan akan kembali lagi, Idris (CEO PSMS), Nanda (Bendahara), Doli (manajer
PSMS IPL), Freddy (CEO
PSMS IPL), enggak ada lagi
PSMS IPL dan ISL di sini. Mari membangun klub. Karena saya diberikan mandat kepada saya, maka jangan melama-lamakan, jangan ada interupsi, kalau ada nanti dilakukan di musyawarah luar biasa bisa menyampaikan aspirasi," tambahnya.<br><br>Rahudman kemudian menyebutkan beberapa nama untuk masuk dalam tim formatur panitia musyawarah PSMS. Ada Ongku Nasution, Julius Raja, Suryanto Herman, Doli Siregar, Iswanda Nand Ramli untuk segera melaksakan musyawarah. "Saya kembalikan madat itu ke panitia musyawarah. Semoga minggu depan kepengurusan baru sudah dibentuk," ungkapnya. <br><br>Sementara itu Julius Raja yang merupakan wakil dari klub Perisai Pajak menilai, posisi Indra Sakti menjadi ketum
PSMS praktis belum sah. “Menurut saya, Indra Sakti tetap bisa jadi ketum dengan panitia yang sah, dia juga bisa menang dengan kesatria biar benar-benar sakti sesuai namanya," bebernya.<br><br>"Kalau Indra mau main, ya main jangan mundur (untuk jadi ketum). Tapi kalau Indra tetap keras untuk menjadi ketua umum (sesuai hasil rapat di Hotel Candi), hanya kesulitan yang dihadapinya, misalnya untuk menggunakan aset, takutnya malah terjadi bentrokan," ujarnya. (
Bolahita)<br>