SIKAP dua ketua umum
PSMS Medan Indra Sakti Harahap (PT. LI) dan Benny Sihotang (LPIS) yang mengakibatkan terpuruknya tim kebanggaan Kota
Medan mulai dikritisi. <div><br></div><div>Kali ini ke-40 klub pemiliki
PSMS akan bersatu dan menggelar kongres mencabut mandat keduanya dari ketua umum. Mosi tak percaya akhirnya dilemparkan klub anggota terhadap dua ketua umum tersebut. </div><div><br></div><div>Hingga sejauh ini sudah 28 klub yang siap memberikan dukungan suara berupa pencabutan mendat dua sosok ketua umum (ketum) tersebut. Hal itu disampaikan oleh Ketua Komite Penyelamatan PSMS, Julius Raja. </div><div><br></div><div>"Sudah 28 klub pemilik yang akan memberikan suaranya untuk mencabut mandat dua ketum
PSMS itu," katanya kemarin siang. Soal dualisme legalitas klub, Julius mengaku tidak akan terjadi lagi. Karena kali ini proses verifikasi terhadap klub yang memberikan suara disertai dengan materai. </div><div><br></div><div>"Kali ini tidak ada lagi dualisme klub dalam memberikan suara. Karena kita akan minta dengan legalitas klub tersebut dan mereka harus dengan itu ," sambungnya.</div><div><br></div><div>Lantas kapan menggelar Kongres Luar Biasa Klub PSMS? Pria yang juga menjadi asisten manajer di
PSMS LPIS masih berkoordinasi dengan Ketua KONI
Medan, Drs H Zulhifzi Lubis. </div><div><br></div><div>"Beliau mengharapkan sebaiknya ada 35 klub yang sudah memberikan suara pencabutan mandat dua ketum PSMS. Hal itu untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kembali. Nanti kalau sudah ada, barulah akan beraudiensi dengan Dzulmi Eldin (Plt Walikota
Medan, Red)," beber Julius Raja.</div><div><br></div><div>Setelah mendapat restu, barulah pelaksanaan Kongres Luar Biasa Klub
PSMS siap digelar. "Jika memang sudah jumlah yang diinginkan Zulhifzi Lubis tercapai, kita langsung menggelar kongres. Buat apa lagi menunggu lama, karena semua masyarakat di
Medan sudah lelah dengan situasi PSMS," tegas Julius Raja. (
Bolahita)</div>