MEDAN, BOLAHITA - Setelah memberikan torehan gelar Juara Piala Kemerdekaan tahun 2015, tiga eks pemain
PSMS Medan yang tersisa di PS TNI datang ke
Medan. Kali ini mereka hadir sebagai lawan di Stadion Teladan. Dan bukan sebagai idola para suporter Ayam Kinantan.
Perasaan yang berbeda dimiliki Erwin Ramdani, Guntur Triaji dan Wanda Syahputra ketika PS TNI bermain ke Stadion Teladan, beruji coba dengan mantan klub yang membesarkan namanya. Rasanya, mereka seperti kembali pulang ke rumah sesunggguhnya. Apalagi khusus Erwin Ramdani yang bertemu dengan teman terbaiknya, Suhandi. usai pertandingan, dia terlihat rela berlari kencang dari ujung lapangan, mengejar Suhandi untuk sekadar berpelukan.
"Banyak hal yang tak bisa membuat Saya lupa
PSMS Medan. Disini top performance saya keluar. Bersama pemain yang tak punya nama besar, tapi semuanya punya kemauan tinggi. Kemudian yang tak bisa saya nikmati adalah momen merayakan gelar juara. Saya hanya merinding ketika melihat foto-foto konvoi juara di media sosial," ujar Erwin Ramdani. Kerinduan winger PS TNI kembali berbaju Ayam Kinantan sangat besar.Apalagi dia mengaku bahwa ada rasa yang berbeda ketika tampil dengan logo tembakau di dada. Makanya ketika ditarik secara paksa masuk ruang ganti
PSMS sesudah pertandingan, Erwin dan Guntur tak keberatan.
"Saya nonton waktu
PSMS Medan lawan Persib. Menurut Saya ini antusias terbesar penonton dari Piala Kemerdekaan lalu. Bisa jadi yang datang ini dari seluruh daerah
Sumatera Utara, bukan hanya
Medan. Ingin sekali rasanya yang ada di lapangan itu Saya," kata Erwin tertawa. Tapi Erwin Ramdani punya satu kritikan buat suporter di Kota
Medan. Kata pemain yang menggunakan nomor 12 ini, siapapun yang menjadi lawan
PSMS di Stadion Teladan, tribun haruslah dipenuhi suporter.
"Saya kecewa juga sih waktu main sama PS TNI jumlah suporter yang hadir sedikit. Siapapun lawan
PSMS nanti di Liga, sebaiknya suporter datang ramai-ramai," bilang Erwin. Keinginan Erwin Ramdani akan suporter di
Medan ini mendapat dukungan dari Guntur Triaji. Pengalaman nyata sudah meraka rasakan. Rasanya dukungan suporter menjadi vitamin terbaik untuk mengeluarkan tenaga tambahan.
"Semakin banyak suporter hadir maka nyanyian akan semakin jelas terdengar. Ini yang menjadi salah satu ciri khas Kota
Medan dan sudah kami rasakan. Sebaiknya selalu hadir dan dukung langsung di Stadion Teladan," kata Guntur.
Pasca juara, skuat
PSMS ini dimasukan ke dalam nama PS TNI yang mengikuti sejumlah turnamen. Komposisi tim juara ini terakhir bertahan di gelaran Torabika Soccher Championship 2017. Setelah itu Legimin Rahardjo, Suhandi, Hardiantono, Choirul Hidayat dan Trihardianyah dikembalikan ke
PSMS Medan. Kemudian Aldino Herdianto, Wiganda Pradika, Syaiful Ramadan hijrah ke Mitra Kukar serta Tambun Naibaho ke Semen Padang.