MEDAN, BOLAHITA - Setelah menuntaskan Liga Pendidikan Indonesia (LPI) Kabupaten Kota, kini antar provinsi pun digelar. Hanya saja di LPI lanjutan tersebut minim peserta.
Kegiatan ini hanya diikuti lima tim tingkat SLTP dan enam tim kategori SLTA di Lapangan PPLP
Sumut di
Medan Sunggal, mulai Senin (14/12).
Untuk tingkat SLTP diikuti kabupaten
Medan, Deliserdang, Batubara, Labuhan Batu Utara dan Tanjungbalai. Di tingkat SLTA hanya bersaing dua tim asal
Medan, yakni SMA Panca Budi dan SMAN 15, Labuhan Batu Selatan, Deliserdang, Labuhanbatu dan Batubara.
Ketua Panpel LPI
Sumut 2015, Syafei Pilly, menjelaskan minimnya peserta karena tidak semua kabupaten/kota di
Sumut memutar LPI. “LPI ini kan liga yang berjenjang dari kabupaten/kota ke tingkat Sumut. Tapi banyak daerah tidak menggelar,” ujarnya.
Dengan begitu, lanjut Syafei, hanya kabupaten/kota yang menggelar LPI saja mengirimkan peserta di LPI Sumut. Dalam kesempatan itu, Syafei juga membantah jika minimnya peserta karena setiap tim peserta diwajibkan membayar Rp3,5 juta.
“Soal bayaran Rp3,5 juta per tim memang benar. Tapi itu bukan kemauan panitia, melainkan hasil kesepakatan bersama antara panitia dan tim peserta. Jadi semua sudah disepakati bersama dan dana Rp3,5 juta itu untuk operasional pelaksanaan,” bebernya.
“Jadi sifatnya kita memfasilitasi. Tapi karena dana pelaksanaan tidak dianggarkan dalam APBD, makanya biaya pelaksanaan ditanggung bersama. Apalagi LPI tingkat nasional sendiri sudah vakum,” tandasnya.
LPI
Sumut 2015 dibuka resmi oleh Kadispora Sumut, H Baharuddin Siagian SH MSi. Dalam sambutannya, Baharuddin mengingatkan setiap tim tidak hanya membidik juara semata, tapi menunjukkan kualitas permainan terbaik di lapangan.