MEDAN, BOLAHITA - Mematangkan persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di Jawa Barat, cabang olahraga tenis meja
Sumatera Utara telah menggelar latihan intensif mulai Januari 2016.
Program pemusatan latihan daerah (Pelatda) ini, digelar tiga kali seminggu di Gedung Angsapura Logam, Jalan Asia
Medan. Meskipun program try out yang telah ditetapkan KONI
Sumut baru akan digelar antara Mei hingga Juni mendatang, namun tim pelatih sudah mengagendakan agar try out atlet tenis meja digelar ke Jakarta.
Hal itu diungkapkan pelatih PON Sumut, M Said, Rabu (10/2). Dijelaskannya, pilihan try out ke Jakarta karena pada pertengahan 2016, akan digelar turnamen berskala nasional. Selain itu, ia telah merencanakan atletnya untuk sparing dengan atlet asal DKI Jakarta.
“Uji coba rencananya kita ke Jakarta sebagai proses try out pada Juni atau Juli nantilah. Di sana kita ada dua proyeksi, di bulan 7 ikut even. Kedua, kita uji coba lah dengan pemain PON DKI atau pemain nasional. Intinya kita cari sparing yang berimbang,” harapnya.
Dijelaskan Said, Try out dinilai sangat penting bagi pemain. Meski diakuinya dari segi kualitas, kemampuan atlet
Sumut tidak jauh berbeda dengan atlet di Pulau Jawa, namun minimnya turnamen cabor tenis meja di Sumut, sedikit menghambat jam terbang pemain, khususnya bagi mereka yang akan terjun ke PON, yang mulai digelar 17 September mendatang.
“Untuk segi kualitas, atlet kita sama daerah lain tidak ketinggalan. Tapi bedanya, even di Jawa sangat banyak. Pokoknya saya nilai, di Jatim dan DKI Jakarta saja even bisa digelar 2-3 kali sebulan. Belum lagi mereka didukung bayak sponsor. Sedangkan di Sumut, terus terang saja even kita masih belum sebanyak di Jawa Lah. Makanya, di turnamen dan uji coba nanti, sekaligus evaluasi mereka supaya bisa tampil lebih baik di PON,” ujarnya.
Saat ini, para atlet ping pong
Sumut mendapat asupan materi dari tim pelatih, seperti latihan teknik dan fisik. “ Sembari menunggu tes fisik tahap kedua dari KONI
Sumut pada 16-17 April nanti, saya fokus dengan materi latihan teknik bola banyak, bola jalan, smash, dan sprint. Sembari kita tingkatkan fisik mereka,” tambahnya.
Pada Pra PON 2015, tim Putra
Sumut berada di peringkat 6 besar, sedangkan putri peringkat 11 dari 16 peserta yang dinyatakan lolos ke PON. Ia tetap optimis, atletnya dapat meladeni kekuatan atlet provinsi lain.
“Pada Pra PON lalu, kita nilai provinsi seperti Jatim, DKI, Jabar, dan Jateng adalah tim yang diunggulkan. Tapi, kita tidak kalah telak waktu jumpa provinsi Jatim di Pra PON kemarin. Apalagi, kita masih memiliki kans jika bersaing denga provinsi luar Jawa, “ yakinnya.
Apalagi, ia tiada henti terus memotivasi para pemain untuk berjuang maksimal di PON. Adapun atlet tenis Meja PON Sumut, untuk putera yakni Helmi, Af’Al, Dani, dan T Nyak An. Sedangkan puteri, Pratiwi, Nyak Mei Riska, Putricia, dan Anafir. Mereka didampingi pelatih M Said dan Asep untuk menjalani program pelatda hingga September mendatang.