Terkait Pencurian Umur, Medan Jaya Akui Kecolongan

Terkait Pencurian Umur, Medan Jaya Akui Kecolongan

Dec 2, 2016 - 16:16
 0
Terkait Pencurian Umur, Medan Jaya Akui Kecolongan
Saktiawan Sinaga mendampingi pemain Medan Jaya yang dipalsukan datanya, mendatangi Polresta Medan
MEDAN, BOLAHITA - Salah satu konstestan Edy Rahmayadi u15, Medan Jaya mengakui kecolongan dengan kasus pencurian umur yang melibatkan pemainnya.  

Kata mereka, pemalsuan data dilakukan sejak memperkuat SSB. Abadi Putra, pemain yang dimaksud mengakui itu saat dikonfirmasi, Senin (28/11) kemarin. Pemain dengan data asli kelahiran September 1999 ini mengatakan datanya dipalsukan pelatihnya sejak memperkuat SSB Bulu Cina di turnamen Piala Djohar Arifin dan Piala Menpora 2015.

"Awalnya pelatih saya di SSB dulu, pelatih saya minta saya cari data untuk diubah kelahiran tahun2002.Biar saya bisa main di turnamen itu. Lalu saya pakai data adik sepupu saya dengan nama Deni Guna Putra," kata Abadi. 

Lantas Abadi terus menggunakan data tersebut,  termasuk saat mengikuti seleksi di Medan Jaya untuk bermain di Turnamen Edy Rahmayadi Cup.  "Ya saya pakai data itu sebelumnya gak ketahuan.  Jadi ikut seleksi di Medan Jaya pakai data itu terus.  Waktu penyerahan berkas panitia juga tidak tahu, " kata pemain tersebut. 

Namun sebelum laga babak delapan besar, rekan satu timnya di SSB dulu yang kini memperkuat PSMS U-15 meminta data kepada Ibunya tanpa sepengetahuan dirinya.  "Si Bayu minta data ke Ibu saya di rumah waktu saya lagi latihan, " bebernya. 

Abadi pun meminta maaf kepada pihak Medan Jaya terutama rekan-rekan setimnya karena dampaknya tim berjuluk Kijang Sumatera itu disanksi.  "Saya minta maaf kepada kawan-kawan saya pastinya mereka kecewa. Kepada manajemen,  coach Sakti dan lainnya. Ke depannya saya akan memakai data saya sebenarnya untuk bermain bola, " tambahnya. 

Sementara itu pelatih Medan Jaya U-15, Saktiawan Sinaga mengakui pihaknya kecolongan.  "Saya sejak awal sudah tanyakan kepada semua pemain apakah ada yang curi umur? Mereka bilang tidak ada.  Termasuk saat 8 besar, juga tidak ada. Saya sebagai pelatih pasti percaya dengan pemain saya dong.  Apalagi baru kali ini saya melatih kelompok umur, " kata Sakti.

Mantan pemain PSMS dan timnas ini mengakui hal ini menjadi pelajaran bagi pihaknya untuk lebih teliti persoalan administrasi. "Ini jadi pelajaran buat saya dan tim.  Apalagi persoalan administrasi karena terus terang persiapan kami mepet jadi tidak terlalu mencek data pemain.  Kami bahkan daftar terakhir.  Saya juga tidak mau menyalahkan anak itu karena tidak mungkin dia melakukannya sendiri tanpa ada yang nyuruh dulu, " kata pemain yang pernah memperkuat  Pusamania Borneo itu.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow