Awas, Kasus HIV/AIDS di Sumut Meningkat Signifikan

Sasaran pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS di Indonesia adalah mencapai 3 Zeroes: tidak ada lagi kasus HIV, tidak ada lagi kematian terkait AIDS, dan tidak ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV, menuju ending AIDS pada tahun 2030.

Dec 18, 2023 - 10:14
Dec 18, 2023 - 10:14
 0
Awas, Kasus HIV/AIDS di Sumut Meningkat Signifikan

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Angka kasus HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome) di Sumatera Utara (Sumut) menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut data dari Dinas Kesehatan Sumut, kasus HIV kumulatif dari tahun 1992 hingga Oktober 2023 mencapai 25.665 kasus. Pada periode Januari hingga Oktober 2023, tercatat 2.928 kasus baru HIV di Sumut, dengan jumlah Orang Dengan HIV (ODHIV) yang sedang minum obat mencapai 8.885 orang.

Pj Gubernur Sumut, Hassanudin, yang diwakili oleh Dokter Yulinda Elfi Nasution dalam seminar kesehatan Hari AIDS Sedunia yang diadakan oleh Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) Sumut di RS USU pada Sabtu (16/12/2023), menyampaikan informasi ini. Seminar tersebut mengangkat tema 'Kenal, Cegah, dan Stop Stigma pada ODHIV (Orang Dengan HIV)'.

Hassanudin menekankan bahwa keberhasilan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS sangat bergantung pada kerjasama lintas sektor.

Sasaran pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS di Indonesia adalah mencapai 3 Zeroes: tidak ada lagi kasus HIV, tidak ada lagi kematian terkait AIDS, dan tidak ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV, menuju ending AIDS pada tahun 2030.

"Hari AIDS sedunia diperingati setiap 1 Desember. Kita mengajak semua pihak untuk memperkuat komitmen, peran serta, dan dukungan dalam mencegah dan mengendalikan HIV/AIDS menuju ending AIDS tahun 2030," ujar Hassanudin.

Seminar tersebut dihadiri oleh beberapa pemateri, termasuk dr. M Irfan Lubis, Novita Saragih, Eban Totonta Kaban, dr. Pebri Warita, dan Walter. Mereka membahas berbagai aspek terkait HIV/AIDS, termasuk upaya pencegahan, penanganan stigma, serta dampak sosial dan psikologis yang dialami oleh ODHIV.

Novita Saragih, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumut, menyampaikan bahwa hingga Oktober 2023, kasus HIV/AIDS tertinggi terdapat di Kota Medan dengan 15.331 kasus, diikuti oleh Deliserdang, Karo, Pematang Siantar, Labuhanbatu, dan Nias.

Eban Totonta Kaban dari Yayasan Medan Plus menyampaikan harapannya agar ODHIV tidak lagi mendapatkan stigma negatif dari masyarakat. Walter, Ketua Komite Keperawatan/Konselor HIV/AIDS RSP CPL USU, menegaskan bahwa hasil pemeriksaan di VCT (Voluntary Counseling and Testing) akan dijamin kerahasiaannya.

Dokter Pebri Warita menambahkan bahwa seorang ibu hamil yang terinfeksi HIV belum tentu melahirkan anak yang juga terinfeksi, sehingga pemahaman dan pendampingan kepada ibu hamil sangat penting untuk memutus rantai penyebaran HIV.

Seminar ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Ketua IAKMI Sumut Destanul Aulia, Direktur Utama RS USU yang diwakili dr. Ivana, Kadis Kesehatan Medan yang diwakili Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr. Pocut Fatimah Fitri, pengurus Forwakes Sumut, dan puluhan peserta dari mahasiswa/mahasiswi USU.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow