JAKARTA - Lampu hijau berguirnya kembali kompetisi Liga Indonesia semakin jelas. Itu setelah PSSI dan Kemenpora menggelar rapat koordinasi pelaksanaan liga 2021.
Dalam rapat itu telah mengeluarkan sinyal bahwa izin dari Kepolisian akan segera keluar di tanggal 27 Mei 2021. Lalu begini rencana PSSI.
PSSI juga berencana menggelar Liga 1 2021-2022 terpusat di Pulau Jawa. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan masukan dari sejumlah klub. Selain meminimalisasi mobilitas, infrastruktur pendukung di Jawa cukup memadai untuk menggelar pertandingan selama semusim.
"Kemudian sistemnya tentunya sesuai dengan usulan dari klub, rencananya Liga 1 2021-2022 akan disentralisasikan di Jawa. Mengapa? karena memang mobilitas di Jawa cukup bisa ditempuh dengan kendaraan dan akomodasi cukup banyak. Ini hasil dari keinginan para klub," kata Mohammad Iriawan ketua umum PSSI.
Lalu, menurut Iriwan, Liga 2 musim ini rencananya bakal digelar di empat wilayah dan diharapkan bisa bergulir paling lambat 14 hari setelah kick off Liga 1 2021-2022 .
"Untuk Liga 2, akan kami rapatkan kembali. Ada empat wilayah yang sudah bersedia yakni Palembang, Tangerang Selatan, kemudian Riau dan lain sebagainya. Kami berharap Liga 2 dimulai 14 hari setelah kick off Liga 1," ucap Iriawan.
Sementara itu, Menpora Zainudin Amali mengatakan rapat koordinasi tadi membahas tenteng waktu persiapan dan juga protokol kesehatan yang akan diterapkan sepanjang kompetisi Liga 1 dan 2 2021-2022 nanti berlangsung.
“Kami membahas persiapan PSSI tentang penyelenggaraan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2021-2022, karena kita tahu kompetisi ini durasinya tentu berbeda dengan turnamen biasa seperti Piala Menpora contohnya yang berlangsung satu bulan,†kata Zainudin Amali.
“Kalau ini bahkan sampai lewat tahun, makanya namanya 2021-2022. Oleh karena itu, persiapannya pun berbeda, baik penyelenggaraannya maupun penerapan protokol kesehatannya,†tambahnya.