DAUD GOWASA : HULK DARI TANAH NIAS
DAUD GOWASA : HULK DARI TANAH NIAS
Tapi tidak sebelum Daud masuk ke dunia Angkat Berat, perjuangan memulai karirnya cukup berat. Mimpi menjadi seorang atlet sukses seperti lifter Nanda Taleumbanua masih jauh dari harapannya. Jauh-jauh datang dari tanah kelahiran, Kota Medan malah tak akrab dengannya. Belum memiliki pilihan serta kemampuan yang luar biasa, di Medan Daud tinggal bersama teman-teman sekampungnya. Tak mau hanya mengandalkan teman, Daud bekerja menjadi kuli angkut sembari membawa beca di Pusat Pasar Sambu, Medan. “Kalau tidak salah saat itu tahun 2000, usia Saya masih sekitar 15 tahun. Pergi dari kampung sendiri karena tak menyelesaikan sekolah. Pendidikan saya cuma sampai kelas V Sekolah Dasar,” cerita Daud.
Di saat menarik becak itulah, Daud perlahan-lahan mulai menekuni latihan Angkat Berat atau Barbel. “Saat itu ketemu Pak Armen Rangkuti (Almarhum). Beliau bertanya apa Saya mau jadi Atlet Angkat Berat. Saya bilang mau karena Saya ingin jadi seperti Nanda Telaumbanua. Lalu pemilik klub Pak Armen Rangkuti member izin saya berlatih disana,” paparnya. Nanda Telaumbanua menjadi sumber inspirasi Daud menuju atlet. Prestasi idolanya yang mencapai intenasional membuat sosok idola tersebut di Tanah Nias begitu harum. Armen Rangkuti pun menjadi pelatih pertama Daud. Dalam latihan tersebut dibantu oleh beberapa atlet angkat berat dan angkat besi senior seperti Rudy dan Nanang Suheri. Latihan terus berjalan di salah satu ODB di Jalan Hitam, Medan. Tahun 2001 menjadi awal Daud menguji kemampuannya. Gelar eksebisi Angkat Berat se-Kota Medan pun diboyongnya. Bersaing dengan atlet terbaik seperti Jonboy Siregar, Daud terus aktif bertanding di Porda, Kejurda, Kejurnas, Pra PON hingga PON pertamanya di Palembang 2004. “Tapi di PON Palembang itu Saya hanya menduduki peringkat ke-6,” ujar Daud.
Menuju PON 2012, putra pasangan Fasindro Gowasa (alm) dan Sitia Gohai terus mengasah kemampuannya. Saat ini, Daud tercatat sebagai salah seorang atlet binaan KONI Sumut lewat Program Pembinaan Intensif (PPI). “Target medali emas pasti ada. Tapi sebagai atlet, target Ssaya yang penting angkatan saja. Soal medali, biarlah urusan pelatih dan pengurus, apa yang dikatakan pelatih dan pengurus Saya tinggal berjuang,” ucapnya soal target di PON 2012. Target memburu emas pun menurut sang pelatih untuk PON, bukan hal yang mustahil. “Dia punya talenta, juga kemauan. Tinggal sekarang tergantung waktu latihan Daud,” ujar Supeni pelatih Daud sejak delapan bulan lalu. Dalam latihan sehari-hari, Daud sudah mampu melewati angkatan dead lift 283 kilogram yang pernah dicatatkan Sutrisno,atlit angkat berat Lampung saat kejuaraan dunia di Miami, Florida Amerika Serikat Tahun 2005. “Daud masih belum stabil di bench press. Ya itu tadi, karena kita tidak punya alat yang memadai. Saat latihan target untuk Daud sudah mengarah ke PON, tapi kondisi peralatan belum memadai,” pungkas Supeni.(Bolahita)
BIODATA
Nama : Faebolo Dodo Gowasa
Tempat Lahir : Fhilijolootano, Nias Selatan
Tanggal Lahir : 20 April 1984
Orangtua : Gowasa (alm)/Sitia Gohai
Status : Menikah
Istri : Mitiana Zamili
Anak : Angel, Dawido
Pekerjaan : Instruktur Fitness
PRESTASI:
Tahun 2002 Pordasu kelas 52 kg (emas)
Tahun 2002 Kejurnas Junior di Indramayu kelas 52 kg (perak)
Tahun 2003 Kejurnas di Semarang (emas)
Tahun 2003 Pra PON kelas 52 kg (peringkat 5)
Tahun 2004 PON Palembang (peringkat 6)
Tahun 2006 Kejurnas (perak)
Tahun 2007 Kejurnas kelas 56 kg (emas)
Tahun 2010 Kejurnas Senior di Jakarta kelas 60 kg (3 perak)
What's Your Reaction?