Dominasi Karo di Cabor Wushu Porprovsu 2022

Kabupaten Karo masih memperlihatkan dominasinya di cabor Wushu Porprovsu XI/2022, dengan meloloskan tujuh pesandanya di babak final yang akan digelar Selasa (1/11) di GOR Disporasu Jalan Veteran Medan.

Nov 1, 2022 - 09:33
 0
Dominasi Karo di Cabor Wushu Porprovsu 2022
Venue Wushu Poprovsu 2022 di GOR Dispora yang tergenang air akibat atap yang bocor

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

MEDAN - Kabupaten Karo masih memperlihatkan dominasinya di cabor Wushu Porprovsu XI/2022, dengan meloloskan tujuh pesandanya di babak final yang akan digelar Selasa  (1/11) di GOR Disporasu Jalan Veteran Medan.

Setelah Karo, Humbang Hasundutan menjadi kabupaten kedua yang paling banyak meloloskan atletnya ke final, yakni empat pesanda, disusul Pematangsiantar (3), Asahan dan Tapanuli Utara masing-masing dua atlet, sementara Medan, Simalungun dan Gunung Sitoli masing-masing meloloskan satu atlet.

Laga hari kedua yang menyelesaikan babak semifinal, Senin (31/10), harus digelar agak terlambat dari jadwal semula, lantai Gedung Dispora Jalan Veteran kembali digenangi air yang merembes dari bawah, diduga akibat jeleknya drainase banggunan olahraga bersejarah Medan dan Sumut tersebut.

Catrian Nadia br Ginting mengawali perjalanan atlet Karo ke final setelah di semifinal Kelas 48 kg putri mengalahkan  Adelia Tiara  (Pematangsiantar). Di final, Nadia akan berhadapan dengan Naomi Hutauruk (Asahan) yang mengalahkan Divi Saragih (Simalungun).

Di Kelas 52kg putri, pesanda Humbanghasundutan Ursulla Simamora berhak tampil ke final setelah mengatasi  perlawanan Agustina Sihotang (Toba).

Selanjutnya Agustina di laga pamungkas berhadapan dengan Betri Manalu (Pematangsiantar) yang dinyatakan menang setelah lawannya Rosalinda Ginting tidak naik panggung.

Pesanda senior Dessy Sagala dari Karo juga memastikan tempat di final setelah menghentikan perlawanan Esterina Pasaribu (Humbahas).

Ketkua Pengprov Pengprov WI Sumut Darsen Song melalui  Heriyanto ketika dihubungi menyebutkan, persaingan wushu sanda di Sumut sesungguhnya semakin ketat, karena kekuatan peserta kian merata.

“Karo sampai saat ini memagn masih mendominasi, namun beberapa atletnya, juga tersingkir di semifinal. Ini artinya, kekuatan peserta di kabupaten kota kian merata,” ujarnya.

Pertandingan Wushu, Selasa (1/11) akan menyelesaikan pertandingan dengan mempertandingkan sebelas nomor final.

Heriyanto berharap, cuaca kota Medan pada laga final tidak hujan, karena sejak dua hari berturut-turut pihak panitia harus sibuk mengepel lantai gedung akibat atap yang bocor, dan air merembes dari lantai jika hujan deras.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow