DOMINASI PEMAIN LUAR DAERAH DI SKUAD EPA PSMS MEDAN PICU PRO DAN KONTRA

Persiapan tim PSMS Medan untuk menghadapi Elite Pro Academy Championship U-19 2026 menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat, khususnya para pecinta sepak bola di Kota Medan dan Sumatera Utara.

Mar 10, 2026 - 22:36
Mar 13, 2026 - 11:20
 0
DOMINASI PEMAIN LUAR DAERAH DI SKUAD EPA PSMS MEDAN PICU PRO DAN KONTRA

DOMINASI PEMAIN LUAR DAERAH DI SKUAD EPA PSMS MEDAN PICU PRO DAN KONTRA

BOLAHITA - Persiapan tim PSMS Medan untuk menghadapi Elite Pro Academy Championship U-19 2026 menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat, khususnya para pecinta sepak bola di Kota Medan dan Sumatera Utara.

Perdebatan muncul setelah beredar informasi bahwa komposisi skuad muda berjuluk Ayam Kinantan tersebut didominasi pemain yang berasal dari luar Sumatera Utara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelatih kepala tim EPA PSMS Medan, Kas Hartadi, bersama jajaran pelatih telah menggelar proses seleksi pemain di dua lokasi, yakni Jakarta dan Medan.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Dari hasil seleksi tersebut, sebanyak 18 pemain terjaring dari seleksi di Jakarta. Sementara seleksi yang digelar di Medan hanya menghasilkan tujuh pemain. Selain itu, terdapat tambahan satu pemain yang sebelumnya merupakan bagian dari skuad Youth PSMS Medan pada ajang Pegadaian Championship 2025/2026.

Komposisi ini kemudian memunculkan kritik dari sejumlah kalangan yang menilai dominasi pemain luar daerah seolah menunjukkan minimnya talenta muda sepak bola dari Sumatera Utara. Padahal, daerah ini selama ini dikenal memiliki tradisi kuat dalam melahirkan pesepak bola berbakat.

Menanggapi polemik tersebut, Presiden Direktur PSMS Medan, Fendi Jonathan, menegaskan bahwa komposisi pemain yang terpilih merupakan hasil seleksi murni yang dilakukan tim pelatih.

Menurutnya, para pelatih memilih pemain yang dinilai paling siap memperkuat tim dalam waktu persiapan yang sangat terbatas.


“Seleksi di Medan juga sudah dilakukan oleh coach Legimin bersama beberapa pelatih lainnya. Memang dari hasil seleksi yang dilakukan, pemain yang dinilai layak hanya sekitar itu saja,” ujar Fendi Jonathan.

Ia juga menjelaskan bahwa sejumlah pemain muda asal Medan sebenarnya sudah tampil di kompetisi Liga 3 Indonesia sehingga tidak dapat lagi didaftarkan pada ajang EPA.

“Beberapa pemain dari Medan juga sudah bermain di Liga 3. Kalau sudah bermain di Liga 3 tentu tidak bisa lagi didaftarkan di EPA,” jelasnya.

Selain faktor hasil seleksi, Fendi mengungkapkan bahwa persiapan menuju kompetisi EPA musim ini tergolong sangat singkat. Manajemen PSMS baru menerima informasi terkait jadwal kompetisi yang akan dimulai pada 1 April 2026.

Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung hingga partai final pada 16 Mei 2026 dan digelar secara terpusat di Garudayaksa Football Academy, Bogor.

Dengan waktu yang terbatas, manajemen PSMS memilih fokus agar tim tetap dapat berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.

“Jadwalnya keluar itu sangat mepet. Jadi menurut saya untuk EPA kali ini kami tidak menargetkan apa-apa secara khusus. Yang penting kita menjalankan kewajiban sebagai klub untuk ikut kompetisi,” ujarnya.

Fendi menambahkan, sebagian besar pemain yang direkrut dari luar Sumatera Utara berasal dari wilayah Bogor dan sekitarnya. Hal ini juga berkaitan dengan lokasi pertandingan yang akan digelar di daerah tersebut.

Selain faktor teknis, pertimbangan finansial juga menjadi salah satu alasan manajemen dalam menyusun komposisi skuad EPA musim ini. Merekrut pemain dari wilayah sekitar Bogor dinilai dapat menekan biaya operasional tim.

“Venue-nya juga berada di wilayah Bogor, jadi kita harus mempersiapkan semuanya dengan cepat. Secara finansial juga ada anggaran dadakan, jadi kita harus meminimalisir pengeluaran yang ada,” katanya.

Lebih lanjut, Fendi menyebut keikutsertaan PSMS di EPA musim ini lebih sebagai langkah awal sambil mempersiapkan program pembinaan yang lebih matang pada musim berikutnya.

Menurutnya, manajemen akan melakukan persiapan lebih serius dalam pengembangan tim muda apabila kompetisi Liga 2 Indonesia berjalan stabil dan target klub untuk promosi ke Liga 1 Indonesia dapat tercapai.

“Kalau Liga 2 sudah pasti berjalan dan target kita ke Liga 1 juga jelas, maka mulai musim depan kami akan mempersiapkan semuanya dengan lebih matang. Infrastruktur pembinaan juga harus dipikirkan, mulai dari mess pemain, fasilitas latihan, hingga perlengkapan tim,” ujarnya.

Untuk musim ini, Fendi menegaskan pihaknya tidak memasang target tinggi kepada tim EPA PSMS Medan. Meski demikian, ia berharap tim tetap mampu menampilkan performa terbaik selama kompetisi berlangsung.

“Saya sudah bilang ke coach Kas Hartadi, untuk EPA kali ini tidak ada target khusus. Minimal kalau bisa kita lolos dari fase grup,” pungkasnya. 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow