BOLAHITA, MEDAN - Menurun performa
PSMS Medan disinyalir akibat persoalan intern di
PSMS Medan. Mulai dari uang runner up Liga 2 tahun 2017, Piala Presiden, bonus di Liga 1 melahirkan keretakan di tubuh tim.
Namun sekum
PSMS Medan, Julius Raja kembali menegaskan tidak ada persoalan
"Pemain gajian, enggak telat. Bonus sesuai yang dikasih. Menang dikasih, kalah juga dikasih. Bahkan kami sudah habiskan Rp510 juta untuk sekali menang dan dua kalah yang lalu. Kalahpun dapat bonus kok," kata Julius Raja.
Julius Raja mengakui bahwa terjadi ketidaksamaan pendapat antara manajemen dan pelatih. Dan itu sudah terjadi sejak sebelum Piala Presiden 2018.
"Saya luruskan, pembentukan tim kami berikan kuasa penuh ke pelatih, itu wewenang pelatih. Nah, waktu di Piala Presiden, maksud manajemen, pemain jangan dikontrak dulu nanti di Piala Presiden dilihat mana yang bagus baru dikontrak. Namun, saat itu Djanur bilang harus dikontrak semua. Nah, ternyata pemain asing tidak sesuai harapan, dia (Djanur) bilang lagi, tunggu namanya masih baru. Ternyata kesininya sudah kita lihat seperti apa," ucap Julius Raja.
"Saat inipun beliau memberikan beberapa pemain untuk skuad putaran kedua, ya kita lihat dulu. Tidak bisa langsung kayak kemarin. Kami diskusikan dulu. Ya, bisa dibilang saat ini kondisi
PSMS SOS. Tapi kami terus berbenah," kata Julius Raja.