PSTD Wikunara Borong Gelar Juara Liga Utamasia U14 dan U16
Kompetisi Liga Utamasia U-14 dan U-16 tahun 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama 11 pekan
BOLAHITA.ID - Kompetisi Liga Utamasia U-14 dan U-16 tahun 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama 11 pekan. Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, turnamen kelompok usia ini kembali menjadi wadah pembinaan sekaligus sarana bagi pesepak bola muda untuk mengasah kemampuan dan menunjukkan bakat terbaik mereka.
Pada kategori U-14, PSTD Wikunara sukses meraih gelar juara berkat performa konsisten sepanjang kompetisi. Posisi kedua ditempati SSB Andespa, sementara SSB Sukaraya Putra menutup kompetisi di peringkat ketiga.
Sejumlah penghargaan individu juga diberikan kepada para pemain dan pelatih yang tampil menonjol. Reval Fabian Mimawan dari PSTD Wikunara dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak dengan koleksi 20 gol. Gelar pemain terbaik diraih Faiq Fahriza dari Sukaraya Putra, sedangkan penghargaan pelatih terbaik diberikan kepada Supri Alfatih dari Andespa. Untuk kategori kiper terbaik, penghargaan diraih Atha Javier Arafat dari Utamasia Yellow, sementara penghargaan tim terbaik diberikan kepada Utamasia Yellow.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Sementara itu, pada kelompok usia U-16, PSTD Wikunara kembali menunjukkan dominasinya dengan merebut gelar juara. Andespa kembali finis sebagai runner-up, sedangkan Utamasia Blue berhasil mengamankan posisi ketiga.
Di kategori U-16, M. Fachri Risky dari PSTD Wikunara tampil sebagai top skor dengan torehan impresif 29 gol. Adapun penghargaan pemain terbaik diberikan kepada Ubay Dwi Al Zabar dari Utamasia Blue atas kontribusinya sepanjang turnamen.
Staf Pelatih Utamasia sekaligus pelaksana Liga Utamasia, Markus Siahaan, mengungkapkan bahwa hasil penyelenggaraan kompetisi tahun ini melampaui ekspektasi. Menurutnya, kompetisi tersebut berhasil membuka peluang bagi banyak talenta muda berbakat yang selama ini belum mendapatkan ruang untuk menunjukkan kemampuan akibat minimnya kompetisi usia dini.
“Potensi sepak bola usia muda di Medan dan sekitarnya ternyata sangat besar. Banyak pemain berkualitas yang sebelumnya belum terlihat karena kurangnya ajang kompetitif. Melalui Liga Utamasia, kami ingin memberikan kesempatan yang lebih luas, tidak hanya bagi pemain akademi kami, tetapi juga bagi pemain dari berbagai sekolah sepak bola lainnya,” ujar Markus.
Ia menjelaskan bahwa Liga Utamasia 2026 tetap menggunakan regulasi yang sama seperti musim sebelumnya. Masing-masing kategori, baik U-14 maupun U-16, diikuti oleh 12 tim dan digelar sebelum pelaksanaan Piala Soeratin.
Lihat postingan ini di Instagram
Menurut Markus, penjadwalan tersebut sengaja dirancang agar kompetisi menjadi ajang persiapan sekaligus pemanasan bagi tim-tim yang akan berlaga di Piala Soeratin. Dengan regulasi yang serupa, para pemain diharapkan lebih siap menghadapi atmosfer kompetisi resmi.
Selama 11 pekan pelaksanaan, seluruh tim bersaing ketat untuk memperebutkan gelar juara. Kompetisi yang berlangsung secara rutin ini dinilai sangat penting untuk meningkatkan jam terbang dan pengalaman bertanding para pemain usia pembinaan.
Markus berharap Liga Utamasia dapat terus diselenggarakan secara konsisten setiap tahun sebagai bagian dari pengembangan sepak bola usia muda di Sumatera Utara. Bahkan ke depan, cakupan kompetisi direncanakan akan diperluas hingga kelompok usia yang lebih muda.
“Tahun ini merupakan penyelenggaraan kelima Liga Utamasia. Harapan kami, kompetisi ini dapat terus berjalan dan menjangkau kelompok usia mulai dari U-8, U-10, U-12, U-14 hingga U-16. Dengan begitu, pembinaan di akademi maupun sekolah sepak bola lainnya dapat berlangsung secara berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, semakin banyak kompetisi yang digelar, semakin besar pula peluang lahirnya pemain-pemain berbakat dari Sumatera Utara. Karena itu, sinergi antara akademi dan sekolah sepak bola dinilai menjadi kunci dalam membangun ekosistem kompetisi yang sehat dan berkelanjutan demi kemajuan sepak bola daerah di masa depan.
What's Your Reaction?