Termasuk Taufik Ramsyah, Ini 5 Pesepak Bola Indonesia yang Meninggal akibat Benturan
JAKARTA - Benturan yang terjadi di sepakbola acap kali terjadi dan membahayakan pemain. Bahkan ada yang sampai menelan korban jiwa.
Dan kejadian ini bukan satu atau dua kali terjadi di Liga Indonesia.
Tentu kejadian meninggalnya pemain akibat benturan di lapangan menjadi pemandangan yang miris, sangat menyedihkan.
Apalagi kalau setelah kejadian, tidak ada tindakan pertolongan pertama yang tepat dari medis menangani kontak fisik fatal antar pemain.
Lalu, siapa saja pesepak bola Indonesia yang meninggal akibat benturan?
Akli Fairuz. Penyerang Persiraja Banda Aceh, Akli Fairuz, mengalami cedera serius setelah berbenturan dengan kiper PSAP Sigli, Agus Rohman.
Insiden itu terjadi pada laga Divisi Utama Liga Indonesia 2014 lalu. Akibat benturan tersebut, Akli mengalami luka dalam di perut dan kantong kemih yang bocor.
Dia akhirnya ditandu keluar lapangan dan dilarikan ke rumah sakit. Sayang, nyawanya tidak tertolong. Akli meninggal pada Mei 2016.
Eri Irianto. Eri Irianto pernah membela Timnas Indonesia pada 1995 hingga 1997. Namanya harum dan dikenal luas pecinta sepak bola era 1990-
an. Sayang, kiprahnya terhenti pada April 2000. Dia mengalami benturan dengan pemain PSIM Yogyakarta dalam suatu pertandingan.
Eri sempat dilarikan ke RSUD Dr. Soetomo. Sayang, nyawa mantan penggawa Persebaya Surabaya itu tak tertolong. Pihak klub dikabarkan memensiunkan nomor 19 miliknya sebagai penghormatan.
Choirul Huda. Kiper senior Persela Lamongan ini mengalami nasib naas pada 2017 lalu. Dia berbenturan dengan rekan setimnya Ramon Rodrigues ketika menjamu Semen Padang di ajang Liga. Saat itu, keduanya bermaksud mengamankan gawang.
Akibat tabrakan tersebut, kapten Persela itu mengalami cedera serius. Choirul sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi sang pemain menghembuskan napas terakhirnya.
Jumadi Abdi. Penggawa Pupuk Kaltim Bontang, Jumadi Abdi, mengalami benturan di bagian perut dengan pemain Persela Lamongan, Denny Tarkas.
Saat itu, Denny mengangkat kaki terlalu tinggi dan mengenai perut sang pemain.
Jumadi sempat dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi.
Sayang, mantan penggawa Indonesia di SEA Games 2015 itu akhirnya menghembuskan napas terakhir. Dia disebut mengalami robek di bagian usus halus.
Taufik Ramsyah. Insiden terbaru melibatkan kiper klub Liga 3, Taufik Ramsyah.
Dia diketahui bermain di klub Tornado FC. Adapun momen buruk itu terjadi saat klubnya menghadapi Wahana FC di babak 6 besar Liga 3 Zona Riau Sabtu (18/12/2021).
Taufik bertabrakan dengan pemain lain saat dia berusaha mengamankan bola yang mengarah ke gawangnya.
Dia langsung tergeletak setelah tabrakan tersebut terjadi. Sang kiper muda langsung dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi.
Sayang, pria berusia 20 tahun itu menghembuskan napas terakhir setelah operasi dilakukan.
Sebelumnya, dia diketahui belum siuman dan diperkirakan membutuhkan waktu dua minggu untuk kembali sadar.
(sumber : sportstars.id)
What's Your Reaction?