Vakum 15 Tahun, Klub Judo Jigoro Kano Kwai Siap Bangkit

Targetkan Atlet Judo Jigoro Kano Kwai Bermain di PON 2024

Vakum 15 Tahun, Klub Judo Jigoro Kano Kwai Siap Bangkit
Klub judo Jigoro Kano Kwai (JKK)

MEDAN - Klub judo Jigoro Kano Kwai (JKK) tak bisa dilepaskan dari sejarah judo di Indonesia. 

Soalnya ini adalah klub tertua di tanah air. Bahkan sebelum lahirnya Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI).

Klub ini cikal bakal awalnya di Jakarta didirikan orang Belanda, J.D. Schilder tahun 1949 yang lalu membawanya ke Medan tahun 1953. 

Namun keberadaannya menghilang seiring vakum selama hampir dua dekade. Kini Jigoro Kano Kwai mengakhiri kevakumannya dan siap bangkit lagi untuk melahirkan pejudo-pejudo andal.

Kini JKK dipimpin Muhammad Arief Fadhillah, mantan pejudo yang juga dulu dibesarkan di klub ini. 

"Ya ini panggilan jiwa, saya lihat klub ini vakum, dan dulu saya berlatih di sini. Jadi saya ingin klub ini bangkit lagi agar lahir pejudo-pejudo andal karena sudah lama Sumut tak mengirim atlet ke timnas," kata Arief, Rabu (22/12/2021).

Disebut Arief, sudah lama judo Sumut tak menyumbang atlet ke nasional. Terakhir eranya almarhum Deni Zulfendri, Ruri Prihatini hingga Eka Setia Wirawan. 

"Makanya JKK hadir lagi sebagai klub tertua untuk melakukan pembinaan lagi sejak dini," kata Arief.

Sementara itu Eka Setia Wirawan selaku wakil ketua dan pelatih di JKK mengatakan ini merupakan sinyal kebangkitan judo di Sumut. 

"JKK vakum sekitar 15 tahun, dan sekarang kembali aktif. Ini merupakan kebangkitan judo di Sumut. Cikal bakal pejudo yang ada sekarang, pelatih-pelatihnya semua dari Jigoro Kano Kwai. Tidak ada klub lain saat kami dididik dulu," kata 

"Aktifnya kembali ketua JKK untuk menghidupkan judo di Sumut khususnya Medan, termasuk klub tertua. Tahun 1953 kita sudah hadir. Termasuk tanah Padepokan ini juga milik Yayasan JKK," tambah mantan pelatih judo Indonesia Asian Games 2002 ini.

JKK kembali membuka pendaftaran untuk yang ingin berlatih judo dan dididik untuk menjadi calon juara. 

"Kita membuka pendaftaran untuk anak-anak yang dididik untuk juara. Kita targetkan dari umur 10 tahun, 12 tahun, mencapai puncak prestasinya di umur 20. Butuh 5 tahun untuk juara nasional," tambah peraih perak PON 1993 ini.

Jigoro Kano Kwai akan berlatih tiga kali sepekan di Padepokan Judo Jalan Gaharu. "Latihannya pukul 4 hingga 6 sore. Kita buat latihannya Selasa, Kamis, Sabtu," tambahnya.

Untuk jangka panjang, Eka mengatakan menargetkan untuk PON 2024 di mana Sumut jadi tuan rumah. JKK ingin menyumbang atlet. 

"Kalau saya pribadi sebagai pelatih targetnya ke SEA Games, atau Asian Games. Kalau kita pasang PON targetnya kejurnas. Jadi harus lebih tinggi," bebernya.

Eka tak memungkiri olahraga judo kini terpisah-pisah menjadi beberapa cabor seiring munculnya sambo dan kurash. Namun hal itu tak mengurangi popularitas judo.

"Judo ini lebih gampang disosialisasikan karena banyak yang berminat. Induknya judo. Kalau sambo teknik judo 1960, kurash persis sama," bebernya.

JKK sudah menyiapkan empat pelatih. Mereka adalah Suyadi, Jimmy Leohardi, M Reyhan Fuady, dan Tri Siregar. "Mereka akan saling mengisi, semuanya masih junior. Usianya di bawah 30 tahun," tambahnya.

Sementara dalam kepengurusan Arief Fadhillah sebagai ketua akan dibantu Eka Setia dan T Ariffanda Azis sebagai wakil ketua, M Reyhan Fuady sebagai sekretaris, Josephine Koeswoyo wakil sekretaris, Dewi Trisnawati sebagai bendahara dan dibantu Maya Nicha sebagai wakilnya.