Timnas U-16 Didampingi Psikolog

Timnas U-16 Didampingi Psikolog

Feb 23, 2018 - 09:26
 0
Timnas U-16 Didampingi Psikolog
Tim Nasional U-16 didampingi psikolog untuk membangun dan menjaga stabilitas mental pemain
BOLAHITA, JAKARTA - Tim Nasional U-16 didampingi  psikolog untuk membangun dan menjaga stabilitas mental pemain. Peran psikolog ini sudah dimulai pada pemusatan latihan tim yang berlangsung di Stadion Atang Sutresna, Cijantung, Jakarta Timur.

Kehadiran psikolog ini melengkapi jajaran ofisial tim yang terdiri atas dokter dan fisioterapis. Timnas U-16 yang dilatih Fakhri Husaini ini dalam waktu dekat akan tampil pada turnamen Jenesys di Jepang tanggal 6-15 Maret.

Fakhri mengatakan, timnya memerlukan peran psikolog agar mental bertanding mereka bisa tetap terjaga sepanjang pertandingan dan bahkan sepanjang turnamen. "Sebagai pelatih mungkin saya bisa memotivasi pemain. Akan tetapi, untuk membangun dan menjaga mental mereka, saya butuh bantuan dari psikolog," kata Fakhri.

Sukses timnas U-16 menyapu bersih kemenangan pada empat laga grup G kualifikasi piala AFC U-16 (Mariana Utara 18-0, Timor Leste 3-1, Thailand 1-0, dan Laos 3-0) beberapa waktu lalu, tidak terlepas dari keyakinan dan kemauan kuat dari tim pelatih, manager, pemain dan ofisialnya untuk bangkit dari hasil yang tidak memuaskan usai piala AFF U-15 2017 bulan Juli yang lalu.

Pada TC Timnas U-16 yang dimulai awal pekan ini, psikolog tim, Laksmiari Saraswati atau kerap disapa Asti memberi materi mental 'Resilien'. Resiliensi adalah 'daya lenting mental seseorang dalam menghadapi tekanan', kemampuan seseorang bangkit dari keterpurukan, untuk menjadi lebih tinggi lagi dari sebelumnya. Resiliensi merupakan proses dan transformasi yang hanya bisa terbukti setelah seseorang mengalami kegagalan, dan merupakan skill yang dapat dilatih sejak dini.

Menurut Asti, kemampuan ini terdiri dari tujuh aspek yaitu; Kemampuan mengontrol dorongan/impuls, pengaturan emosi, optimisme, kemampuan menganalisa sebab akibat dari suatu masalah, empati, keyakinan diri seseorang bahwa dia mampu, dan kemampuan seseorang untuk memiliki mimpi/target yang lebih tinggi lagi.

"Resiliensi itu sendiri hanya terjadi bila ada dua faktor. Faktor pertama adalah faktor 'resiko', yaitu adanya tantangan kehidupan, beban hidup, kegagalan, keterpurukan, tekanan, termasuk kekalahan dalam pertandingan, dan sebagainya. Faktor kedua adalah faktor 'proteksi', yang merupakan hal-hal yang memperkuat seseorang dalam hidupnya seperti keyakinan diri, harapan, cita-cita, kasih sayang, persahabatan tulus, termasuk tim U-16 ini yang secara keseluruhan sudah menjadi keluarga besar yang saling menghargai dan mendukung.

Asti memaparkan bahwa apa yang dia berikan kepada tim diadaptasi mengikuti dari nilai-nilai periodisasi serta target yang sudah disusun oleh tim pelatih. "Hal pertama yang saya lakukan adalah memfasilitasi tim agar dapat mengenali diri dan memahami diri sendiri. Dengan mengenali dan memahami diri, maka mereka bisa memahami dan mengenali orang lain, dimana hal ini secara tidak langsung menjadi sumber kekuatan diri kita sendiri. Ibaratnya, kita tahu persis amunisi yang kita miliki."

"Di tim ini, jajaran pelatih dan ofisial memiliki peran signifikan dalam perkembangan para atlet remaja. Fakhri pelatih sekaligus berperan sebagai bapak yang selalu membimbing, mendidik dan melindungi pemain. Manajer, staf pelatih dan ofisial tim sebagai paman atau kakak yang berperan menjadi sahabat sekaligus pendamping. Sementara saya yang bisa berperan sebagai ibu bagi para pemain," jelasnya.

Selain turnamen invitasi dari Jepang (Jenesys) tim ini juga akan menjalani beberapa turnamen penting, seperti piala AFF U-15 2018 di tanggal 30 Juli – 11 Agustus 2018 dimana Indonesia sebagai tuan rumah dan yang terakhir ada piala AFC U-16 2018 di Malaysia tanggal 20 – 30 September 2018.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow