Wasit Asal Indonesia di Paralimpiade Tokyo, Bertugas di Tempat Ayahnya Juara Jepang Open 1981

Wasit Asal Indonesia di Paralimpiade Tokyo, Bertugas di Tempat Ayahnya Juara Jepang Open 1981
Raventus Pongoh

TOKYO - Di cabang olahraga Bulutangkis Paralimpiade Tokyo 2020, Indonesia menurunkan sebanyak tujuh atlet dan tiga wasit terbaiknya.

Ketujuh atlet Indonesia tersebut adalah  Leani Ratri Oktila, Khalimatus Sa’diyah, Ukun Rukaendi, Dheva Anrimusthi, Hary Susanto, Fredy Setiawan dan Suryo Nugroho.

Lalu untuk wasit yang bertugas adalah Robertus Tommy Oscariano, Abdul Latif Jauhari, Raventus Pongoh. Dibalik daftar nama tersebut, ada cerita menarik yang pantas untuk diketahui banyak orang.

Adalah putra sulung legenda bulutangkis Indonesia asal PB Djarum, Lius Pongoh.yang akan bertugas di Paralimpiade Tokyo nanti. Dia bertugas di tempat yang sama saat ayahnya berhasil menjadi juara ganda putra dan runner up tunggal putra Jepang Open 1981.

"Nyo. Kalau gak salah Paralimpiade Bulutangkis mainnya di Yoyogi Stadium, Jika benar, memang luar biasa rencana Tuhan Yesus buat ngana. Tahun 1981 Daddy finalis tunggal putra bersama Koh Rudy Hartono, Daddy kalah. Tetapi ganda putra Daddy pasangan dengan Koh Christian Hadinata, Daddy juara. Waktu itu sehari Daddy main 4 kali karena rangkap. Nah 2021 anak Daddy menginjakkan kaki di Yoyogi. Memang bukan bertanding, tetapi bertugas di Paralimpiade. Wow kalau memang di Yoyogi jadi ada cerita Nyo," papar Lius lewat pesan singkat yang dikirim ke Raventus.

Raventus pun mengaku tak menyangka hal ini bisa terjadi. Ditambah lagi, bisa mendapat kesempatan bertugas diajang empat tahun sekali inipun cukup sulit didapatkan.

"Nggak nyangka sih dan agak kaget pas dikasih tahu sama Daddy kalau tempat saya nanti bertugas di Paralimpade Tokyo adalah tempat bersejarah juga buat beliau," ungkap Raventus yang dikutip dari laman pbdjarum.org.

"Dan bukan hanya itu. Saya selama bertugas di sini menginap di Keio Plaza Hotel yang ternyata dahulu Daddy pas main di Jepang Open 19821 nginepnya juga di sini," jelas Raventus.

Di sisi lain, Raventus pun mengungkapkan perasaannya bisa menjadi salah satu wakil Indonesia menjadi wasit di perhelatan akbar sebesar Paralimpiade.

"Terharu dan sangat bersyukur atas kesempatan yang Tuhan kasih untuk saya. Semoga ini jadi batu loncatan kedepannya untuk bisa jadi wakil Indonesia di Olimpiade. Berterima kasih juga untuk PB Djarum, PBSI Jawa Tengah, PP PBSI, dan KEMENPORA untuk izin dan bantuannya. Bangga bisa bawa nama Indonesia. Dan saya tidak mau ngecewain negara Indonesia," tutur Raventus.

Sekilas tentang Raventus

Awal mula karir Raventus adalah ketika pada tahun 2014 bergabung dengan PB Djarum Kudus dengan status sebagai guru les bahasa Mandarin dan Inggris untuk atlet. 

Pada tahun 2014 akhir, Raventus diberi tugas oleh atasannya Yoppy Rosimin untuk belajar perwasitan bulutangkis. Di awal tahun 2015 Raventus mulai intens menjadi wasit dan mengikuti ujian untuk mendapatkan license Pengurus Provinsi.

Lalu saat itu Raventus lulus dengan nilai yg memuaskan. Beberapa bulan kemudian ada Ujian Nasional B di Sirkuit Nasional Magelang 2015 dan lagi-lagi Raventus menjadi lulusan terbaik. Selang 1 minggu, Raventus kembali megikuti ujian nasional A di Yogyakarta dan saat itu Raventus menjadi lulusan terbaik kedua.

Pada tahun 2016 mulai bertugas ke berbagai tempat. Bertepatan juga, ada semacam penilaian untuk semua wasit nasional dari beberapa negara di Asia Tenggara, yang dilaksanakan oleh Federasi Badminton Asia. 

Ia ikut dan lulus dengan nilai terbaik seangkatan. Sejak saat itu berbagai Raventus pun mulai bertugas di berbagai turnamen nasional maupun Internasional.