13 Atlet Sumut Ke Pelatnas SEA Games, Atletik Dominasi

13 Atlet Sumut Ke Pelatnas SEA Games, Atletik Dominasi

Oct 29, 2019 - 19:27
 0
13 Atlet Sumut Ke Pelatnas SEA Games, Atletik Dominasi
Marlando Sihombing

BOLAHITA, MEDAN - Sumatera Utara kembali memberikan kontribusi bagi Indonesia dengan menyumbangkan atlet terbaiknya di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas), untuk berlaga di SEA Games 2019 Manila, Filipina.

Pada ajang multi event olahraga terakbar tingkat Asia Tenggara yang tmemasuki edisi ke -30, hingga saat ini 13 atlet  dipastikan berada di pelatnas. Selain 13 atlet, 4 pelatih Sumut juga dipanggil untuk masuk menjadi kontingen Indonesia di SEA Games yang dimulai 30 November hingga 11 Desember 2019.

13 atlet yang akan berlaga di SEA Games 2019, merupakan utusan dari lima cabang olahraga yakni Welman David Pasaribu, Pretty Sihite, Agustina M Manik, dan M Hafiz (atletik). Kemudian Harris Horatius, Rosalina Simanjuntak (wushu), Jefri Zen, Marlando Sihombing, Jaka Kurniawan (biliar), Tri Winarni, Daniel Hutafea (karate), Aldila Indriyati, Hardi Rachmadian (boling). Termasuk empat pelatih, yakni Hardodi Sihombing (atletik), Novita (wushu), Fadil Nasution (biliar), Donny Dharmawan (karate).

Wakil ketua KONI Sumut, Prof Agung Sunarso mengucap selamat berjuang kepada patriot olahraga terbaik Sumut yang telah masuk ke pelatnas untuk membela kontingen Indonesia di SEA Games. Agung tentu sangat berharap atlet Sumut bisa memberikan kontribusi terbaik bagi kontingen Indonesia dengan persembahkan medali. Di satu sisi, Agung menegaskan, jumlah tersebut masih bisa bertambah, karena sampai saat ini SK dari PB belum diterima KONI Sumut.

“Harapannya tentu kita berujung pada prestasi. Kita harap atlet - atlet Sumut berkembang terus. Mungkin data ini belum final karena masih ada beberapa cabang olahraga belum melaporkan dan SK juga belum ke KONI,” ucap Agung.

Agung mengatakan, atlet Sumut yang berada di pelatnas rata - rata masih berusia muda. Agung pun optimis, jika nantinya atlet Sumut bisa berprestasi di SEA Games, tentu bisa menjadi ukuran mereka bakal tampil lebih baik di Pekan Olahraga Nasional (PON). “Harapannya bahwa di ajang Sea Games Sumut kan selalu memberikan kontribusi untuk Indonesia, baik dari cabor karate, wushu, atletik. Harapannya atlet Sumut yang masih muda -muda ini, selain berprestasi di SEA Games, tapi juga berprestasi di PON 2020 dan 2024,” harap Agung.

Selain harapan meraih medali, Agung menginginkan atlet yang akan bertarung di cabor terukur bisa memecahkan rekor dari negara lain. “KONI Sumut terus memberi support itu dan karena bagaimanapun mereka adalah atlet -atlet terbaik Sumut yang mewakili bangsa dan negara. Prestasi juga tidak hanya medali namun juga bisa memecahkan rekor untuk beberapa cabang olahraga. Harapannya tentu mereka ini harapan Sumut untuk event - event seperti PON dan SEA Games,” pinta Agung.

Atletik Berpeluang

Terkait cabang olahraga yang memiliki peluang medali, semua cabor diakui Agung sangat berpeluang besar. Seperti atletik, wushu, dan karate. Apalagi di SEA Games 2019, atletik menjadi cabor yang paling banyak menyumbangkan atletnya ke pelatnas. Dengan syarat pengalaman berlaga di ajang internasional. Agung optimis Abdul Hafiz dkk bisa meraih medali.

“Pengalaman Welman Pasaribu di lari marathon ada. Kemudian di 800 meter Agustina Damanik juga merupakan juara di Singapura. Hafiz punya pengalaman meraih perak di SEA Games 2017 Malaysia. Kemudian Pretty Shite juga pernah tampil di Asian Games. Tentu ini menjadi modal bagus untuk memberikan prestasi. Mereka masih muda- muda, dan kita harapkan bisa meraih prestasi di Filipina,” yakinnya.

Termasuk cabor bilair, peluang medali sangat besar, khususnya di nomor english biliar yang diperkuat oleh duet Jaka Kurniawan dan Marlando Sihombing. Selain sudah berpengalaman di ajang SEA Games. Keduanya selalu menjadi andalan Indonesia di event skala internasional.

“Biliar ada tiga, ada Jaka Kurniawan, Marlando, dan Jefri Zen. Mereka ini juga sudah banyak pengalaman di SEA Games. Karena biliar salah satu cabor andalan untuk meraih medali. Termasuk bagi Sumut, biliar juga andalan di PON. Kalau mereka terbaik di SEA Games, pasti terbaik di PON,” tutur Agung.

Lebih lanjut Agung menambahkan, saat ini KONI Sumut melalui masing -masing Pengprov cabang olahraga terus membina atlet terbaik dalam Program Sumut Emas (PSE). Mereka adalah atlet yang dipersiapkan untuk berlaga di event nasional dan internasional. Bahkan, KONI Sumut memiliki target di tahun yang akan datang, Sumut bisa lebih banyak menyumbangkan atletnya ke pelatnas, melalui binaan atlet sejak usia pelajar.

“Kita punya Program Sumut Emas dan akan terus evaluasi. Anak -anak muda binaan PPLP yang dapat medali emas maupun medali di Popnas akan kita rekrut untuk dibina secara berkesinambungan. Tentu, ini juga untuk menyumbangkan atlet ke pelatnas. Semakin banyak kita berkontribusi untuk kirim ke Pelatnas, saya yakin tentu berpengaruh bagi prestasi Sumut di kancah nasional,” ujar Agung.

Seperti diketahui pada SEA Games 2017 di malaysia, Sumut turut menyumbangkan 17 atlet dari 8 cabang olahraga, 3 pelatih, 1 wasit, serta 1 manager bagi kontingen Indonesia. Kala itu, atlet Sumut turut menyumbangkan 4 emas, 4 perak, dan 6 perunggu. Empat medali emas melalui Lindswell Kwok dan Juwita Niza Wasni (wushu), Srunita Sari Sukatendel dan Iwan Bidu Sirait (karate). KONI tentu berharap ada peningkatan raihan medali di SEA Games 2019 Filipina.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow