3 Sebab PSIM Jogja Gagal Petik Tiga Angka Saat Melawan Dewa United

 Babak 8 Besar Liga 2 tahun 2021

Dec 17, 2021 - 09:51
 0
3 Sebab PSIM Jogja Gagal Petik Tiga Angka Saat Melawan Dewa United
Seto Nurdiyantoro pelatih PSIM Jogja

JAKARTA - PSIM Jogja gagal memetik tiga angka di laga perdana Grup Y babak 8 besar Liga 2 usai bermain imbang 2-2 dengan Dewa United.

Hasil minor dalam laga di Stadion Wibawa Mukti Cikarang Kamis (16/12/2021) malam itu membawa PSIM Jogja ke peringkat dua klasemen sementara.

Ada tiga sebab yang membuat PSIM Jogja gagal meraih kemenangan. Ini rinciannya dikutip bolahita dari harianmerapi.

1. Renggangnya lini belakang.

PSIM menghadapi laga dengan komposisi pemain terbaik. Seto Nurdiyantoro masih percaya Imam Arief di bawah mistar.

Purwaka Yudhi yang kondisinya diragukan jelang laga kembali ke lini belakang. Pemain senior ini jadi tandem Jodi Kustiawan di jantung pertahanan.

Sementara posisi bek masih ditempati Aditya Putra Dewa dan Beny Wahyudi.

BACA JUGA :

Marking lini belakang menjadi masalah sepanjang 90 menit. Dua gol Dewa United yang dicetak Slamet Budiono di menit 23 dan Rishadi Fauzi menit 82 disebabkan lemahnya marking para pemain belakang.

Gol pertama lahir dari umpan crossing dari sisi kiri pertahanan PSIM. Slamet yang merangsek masuk ke kotak penalti menyambut bola tanpa penjagaan.

Gol kedua yang diceploskan Rishadi Fauzi juga lahir dari lemahnya marking di jantung pertahanan.

2. Masalah transisi.

Permainan Laskar Mataram mengejutkan Dewa United di awal babak pertama. Berbeda dari tiga pertandingan sebelumnya, PSIM Jogja bermain terbuka sejak awal pertandingan.

Mereka banyak menghasilkan peluang namun gagal dikonversi menjadi gol.

BACA JUGA :

Di lini tengah, Seto memasang dua pivot: Basith dan Syarif Wijianto. Namun mereka kerap terlambat kembali ke posisi masing-masing ketika Dewa United melakukan serangan balik melalui Rangga Muslim dan Slamet Budiono.

3. Penyelesaian akhir belum maksimal.

Absennya kreator serangan, Yudha Alkanza yang digantikan Domenico Savio Sheva, Sugeng Efendi, Arberta Rocky, dan Hapidin starter di lini depan.

Komposisi serang PSIM Jogja ini merepotkan namun banyak peluang yang gagal berbuah skor.

Di babak kedua, komposisi itu kesulitan menembus jantung pertahanan Dewa United.

Dua gol PSIM yang dicetak Hapidin menit 70 dan Sugeng Efendi di menit akhir babak kedua tercipta melalui tendangan jarak jauh.

PSIM bisa saja memenangkan laga andai sepakan Sugeng Efendi tidak membentur mistar.

PSIM Jogja akan melanjutkan babak 8 besar melawan PSMS medan.id/" target="_blank">Medan pada 20 Desember 2021 mendatang.

PSMS sendiri menghuni dasar klasemen sementara usai dibekuk Sulut United 1-2.

Saat melawan PSIM Jogja, PSMS dipastikan tidak bisa menurunkan pemain kunci, Joko Susilo karena kartu merah.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow