Baharuddin Siagian : Olah Raga Sumut Sudah Memprihatinkan

Baharuddin Siagian : Olah Raga Sumut Sudah Memprihatinkan

May 10, 2015 - 10:26
 0
Baharuddin Siagian : Olah Raga Sumut Sudah Memprihatinkan
Kabari olah raga kita
BOLAHITA - Kondisi olahraga di Sumatera Utara memprihatinkan, karena banyak cabang olahraga yang sebelumnya menorehkan prestasi, sekarang prestasinya semakin menurun. Begitu juga dengan pemberdayaan pemuda.

Hal itu disampaikan Kadispora Sumut, H Baharuddin Siagian SH MH, saat membuka resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemetaan Sarana Prasarana Olahraga dan Pemuda di Hotel Grand Kanaya Medan baru-baru ini.

“Ini kesalahan kita semua. Karena olahraga dan pemuda selama ini tidak diprioritaskan. Padahal pembinaan olahraga dan pemuda melalui Dispora merupakan bagian dari fungsi pendidikan dan harus didukung dengan anggaran yang cukup. Kita inginnya ada prestasi, tapi dana selalu terhambat,” ujar pria akrab disapa Bahar ini.

Persoalan dana pula yang membuat sarana olahraga khususnya di kabupaten/kota sangat minim. Lewat agenda ini, daerah diharapkan bisa lebih terpacu dan pemuda harus dilatih sesuai bidang keahliannya.

Kondisi pemuda saat ini sudah sangat mengkhawatirkan akibat merebaknya narkoba. “Narkoba dan pornografi mejadi bencana nasional. Di Sumut ada sekira 3.000 pengguna Narkoba yang harus direhabilitasi dan ini menjadi tantangan pemerintah,” ujarnya.

Pemerintah, jelas Bahar, harus menyediakan dana untuk tes urine. Tes dilakukan untuk PNS maupun siswa SMP yang akan masuk SMA, dan calon mahasiswa. Selanjutnya dilakukan tes per semester. “Dengan begitu, saya yakin 60 persen pemuda tidak pakai Narkoba,” tegasnya.

Bimtek yang diikuti 66 peserta dari 33 kabupaten/kota itu, sudah dimulai sejak Rabu (6/5) lalu. Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari beberapa lembaga terkait, yakni Bappedasu, USU, Staf Ahli GIS Geografi Informasi Sistem, KONI, Kemenpora, dan Disporasu.

Staf Ahli GIS, Ilyas SSI, menegaskan pemetaan aset olahraga sangat dibutuhkan. Bukan hanya soal data aset dan lokasinya saja, tapi juga diperlukan dalam upaya pembinaan olahraga dan pemuda sesuai dengan prioritas.

“Misalnya ada bantuan dana dari pemerintah, tahu ke mana harus dialokasikan,” ucap dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan (STIK) Banda Aceh itu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow