Sementara itu Ketua Umum
PSMS Divisi Utama LPIS , Benny Sihotang yang dihubungi terpisah mengungkapkan, bahwa dirinya sudah dihubungi Indra Sakti Harahap pasca keluarnya surat teguran tersebut. <br><br>"Bang Indra telepon saya untuk tetap menggunakan mes Kebun Bunga setengah. Saya belum bisa putuskan ya atau tidak, karena harus ada rapat pengurus yang akan kami lakukan Jumat (11/1), " ujarnya.<br><br>Secara aturan main, lanjutnya pihaknya tidak punya wewenang untuk memutuskan itu. Sebab, Mes
PSMS adalah aset yang dikelola Pemko
Medan.<br><br>"Dudukkan dulu persoalannya. Kami memberikan surat permohonan juga Bang Indra ke Pemko
Medan untuk izin penggunaan mes. Kemudian yang diberi izin adalah
PSMS yang di bawah saya. Harusnya, orang Bang Indra legowo dan harus keluar dari mes. Tapi, masalahnya teman-teman sana (Indra Sakti) tetap memakainya," tuturnya.<br><br>"Nah, untuk itu silahkan saja orang Bang Indra komunikasi ke Pemko lagi soal ini. Kalau nanti diputuskan ulang bahwa mes ini harus berbagi ya kami siap kok. Hanya saja, saat ini kami yang dapat izin, ya kita bermain dengan peraturan yang ada saja, yang dapat izin yang berhak menggunakan," beber Dirut PD Pasar Kota
Medan ini.<br><br>"Silahkan ke Pemko saja mereka komunikasilah, karena ini (mes) harta mereka. Saya tidak punya kapasitas bicara boleh atau tak boleh," timpalnya.<br><br>Benny bersikukuh sulit berbagi mes. Benny sendiri yang dirunut memori tahun 2010/2011, dimana
PSMS berbagi fasilitas dengan Bintang
Medan mengaku tidak cukup tahu. "Saya rasa kita main sportif saja. Saya tidak tahu dulu itu seperti apa, apakah memang Pemko memberi izin dua tim dalam satu mes," tukasnya.(
Bolahita)<br>