Dibilang Gagal, Taekwondoin Popnas Bali Malah Raih Emas Bersejarah

Dibilang Gagal, Taekwondoin Popnas Bali Malah Raih Emas Bersejarah

Nov 20, 2019 - 22:35
 0
Dibilang Gagal, Taekwondoin Popnas Bali Malah Raih Emas Bersejarah
Taekwondoin Ni Luh Aprilia (podium 1) sukses meraih emas bersejarah bagi Bali di Popnas 2019

BOLAHITA, DENPASAR - Pihak Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dispora) Bali, khususnya yang menangani tim Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2019 menyayangkan pernyataan salah satu pengurus Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Bali yaitu Made Muliasa yang menyebutkan Dispora Bali tidak paham soal pemilihan atlet Popnas untuk cabor taekwondo.

"Kami pastikan, bahwa Dispora Bali sudah memiliki pengalaman dalam melakukan rekrutmen tim. Popnas cabor apapun, termasuk taekwondo. Bahkan lebih banyak dari pengalaman yang dimiliki Muliasa untuk berbicara dihadapan media massa. Faktanya atlet pilihan Dispora Bali meraih medali emas yang mana merupakan sejarah baru bagiprestasi taekwondo Bali dikalangan pelajar," ujar Koordinator cabor Taekwondo yang ditunjuk Dispora Bali dalam Popnas tahun ini, Ade Iwan Setiawan, Rabu (20/11/2019).

Sebelumnya, Made Muliasa sebagai Ketua Harian Pengprov TI Bali memberikan pernyataan di salah satu media lokal Bali, bahwa Dispora Bali dianggap salah dalam memilih atlet taekwondo. Bahkan, di sub judul menyebutkan Taekwondo Bali Gagal Total di Popnas.

Tapi kenyataannya, Selasa (19/11/2019) dihari bersamaan dengan terbitnya pemberitaan yang dinilai tendensius itu, taekwondo pelajar Bali atas nama Ni Lih Aprilia Tribuana malah sukses meraih medali emas setelah mengalahkan DKI di final.

Dan bahkan medali emas tersebut menjadi sejarah baru bagi taekwondo Popnas Bali.

"Kami maklumi apa yang disampaikan Muliasa, karena dia Muliasa tidak memiliki dasar taekwondo dan dasar organisasi taekwondo yang cukup," ujar Iwan yang terkena skorsing oleh Pengprov TI Bali saat mendampingi tim Popnas yang tengah berlaga. 

"Kami merasa heran terhadap sikap Pengprov TI Bali. Kalau cabor lain saja diberikan motivasi oleh pengprov nya, tapi ini TI Bali malah mengharapkan timnya gagal dan diungkapkan ke media massa. Apakah ini yang disebut pembinaan," sesalnya.

Menurut Iwan, hal ini terjadi karena Pengprov TI Bali terutama jajaran atasnya diisi oleh mereka yang tidak memiliki dasar taekwondo sama sekali. Oleh karena itu, maka terkait skorsing atas dirinya akan ditindak lanjuti keranah hukum setelah pelaksanaan Popnas selesai, sehingga taekwondo Bali tidak dihancurkan oleh mereka yang bukan anggota taekwondo.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow