BOLAHITA, MEDAN - Nama Muhammad Yasir tentu sudah tak asing lagi di kancah sepakbola tanah air. Kiper dengan ciri khas kepala plontos ini sudah memperkuat sejumlah klub elite di Liga Indonesia.
Persijatim, Persikota Tangerang, Arema Malang, Persija Jakarta dan Persis Solo telah merasakan performa ciamiknya.
Karier M. Yasir sebenarnya cukup apik di Liga Indonesia. Bermain di tim profesional pertamanya yakni Persijatim Solo FC pada usia 18 tahun.
M. Yasir, pria kelahiran
Medan, 13 Januari 1985 juga pernah mendapat pengalaman berseragam Timnas Indonesia. Tepatnya saat menjalani pemusatan latihan menghadapi SEA Games 2007.
Namun siapa sangka, hingga pensiun dan memilih berkarir sebagai pelatih sekarang ini, M Yasir masih menyimpan satu rasa penasaran.
Ya, M Yasir sangat kesal belum sempat membela klub kota kelahirannya
PSMS Medan. Padahal dua kesempatan emas telah didepan mata untuk bisa berbaju hijau-hijau. Bahkan dia sejatinya sudah di
Medan.
"Kesel, ya iya juga. Siapa yang tidak ingin memperkuat tim tanah kelahiran? Saya tentu ingin dan bisa ditonton sama keluarga disana," kata M Yasir kepada
Bolahita.
"Karena yang menjadi tim kebanggaan saya itu hanya
PSMS Medan," ucap M Yasir.
"Sebenarnya itu, Saya sudah nyaris berbaju
PSMS Medan. Ada dua kali kesempatan datang. Pertama di tahun 2004, saat
PSMS dilatih Sutan Harhara. Saya sudah di
Medan dan surat keluar dari Persijatim tak kunjung keluar. Jadi hanya latihan-latihan saja di
Medan," beber M Yasir.
"Kesempatan kedua ketika
PSMS Medan diambil Pak Edy Rahmyadi tahun 2015. Saya juga sudah di
Medan, tapi Liga Indonesia dibekukan FIFA. Saya pulang kembali ke Semarang," M Yasir.
Kini M Yasir telah mengantungi lisensi C AFC dan melatih di SSB Bhayangkara POP di Semarang. Dia juga berencana akan kembali mengambil lisensi pelatih penjaga gawang.
Dikutip dari chanel youtube kedanku, sosok karir M. Yasir, memiliki rekam jejak karir yang identik dengan Gianluigi Buffon.
Kiper Juventus tersebut saat masih remaja bukanlah seorang penjaga gawang, melainkan striker karena punya postur ideal. Meski nyatanya Buffon justru sukses dan menjadikan dirinya sebagai salah satu kiper terhebat di dunia.
"Posisi awal saya sebenarnya bukan penjaga gawang, tapi striker saat ikut Liga Milo di SSB. Saya punya postur tinggi bahkan dijuluki Jan Koller (striker lawas Republik Ceko). Pelatih bilang saya punya postur pas jadi kiper," beber M. Yasir.
"Tapi masalahnya saya tidak punya sarung tangan, mahal kalau beli. Sampai saya harus pakai sarung tangan kerja pabrik ayah saya. Lalu saya coba-coba ternyata enak juga jadi kiper, tidak lelah harus lari-lari di lapangan," kenangnya.
Ya, M Yasir memang selalu nyaris berbaju
PSMS Medan. Tapi rejeki siapa tahu, kalau beberapa tahun kedepan bisa menjadi pelatih Ayam Kinantan.