Mardianto: Musim Terburuk PSMS

Mardianto: Musim Terburuk PSMS

Mardianto: Musim Terburuk PSMS
Mardianto, pelatih kiper PSMS

SENASIB, pelatih kiper PSMS Medan merasakan kepahitan. Apalagi beban tanggungjawab sebagai kepala rumah tangga cukup besar. Dirinya merupakan sumber tunggal buat kehidupan keluarganya.

“Sepak bola adalah yang menjadi penopang kehidupan keluarga selama ini. Mulai masih sebagai penjaga gawang hingga akhirnya pelatih," bilang Mardianto kepada Bolahita.com. 

Namun dari semua apa yang sudah dialami dalam sepak bola, kejadian di PSMS inilah yang paling buruk. Tak pernah menerima gaji sepeser pun sejak bergabung. "Saya tidak mau mengeluh. Percuma tak akan ada yang peduli di Medan ini. Sekarang Saya mencari uang untuk kebutuhan keluarga dari apa yang bisa saya kerjakan,” ujar pria yang gemar menggunakan topi ini. 

Tahun lalu Mardianto masih berstatus pelatih kiper di tim sepak bola PON Sumut. Ketika itu dirinya masih bisa lega dan menikmati ceriahnya Ramadan dan Lebaran. “Ya jelas lebih baik tahun lalu. Setidaknya saya bisa berlebaran bersama keluarga. Tahun ini apa yang saya dapat? Malah uang pribadi saya nyangkut di PSMS ini,” ujarnya. 

Mardianto tak habis pikir dengan Ketua Umum Indra Sakti Harahap yang terlihat acuh dengan keadaan tim yang harusnya menjadi tanggung jawabnya. 

“Setidaknya ada harusnya dia berikan. Ini sementara buat lebaran dan puasa. Kan setidaknya kita masih bisa lebih menghargai. Kok sama sekali tidak ya,” ujarnya. (Bolahita)