SURABAYA, BOLAHITA - Surabaya United terkejut dengan kekalahan mereka dari PS TNI di laga perdana Indonesia Championship Piala Jenderal Sudirman kemarin. Mereka tak menyangka bahwa semangat juang prajurit yang tinggi mampu mengandaskan harapan mereka dihadapan pendukungnya.
Efeknya, kekuatiran pun diprediksi akan menyambangi Pusamania Borneo FC, Persela Lamongan dan Persib Bandung yang akan menjadi lawan PS TNI selanjutnya. Padahal sebelum Indonesia Championshop Piala Jenderal Sudirman digelar, PS TNI dianggap menjadi kontestan terlemah. Diatas kertas mereka disebut klub amatir yang baru terbentuk. Atau juga tim yang dihuni oleh materi pemain yang berasal dari level Divisi Utama. Sehingga diprediksi hanya sebagai tim penghibur atau menjadi lumbung gol.
Justru PS TNI menjadikannya motivasi. Perpaduan pemain
PSMS Medan dengan jebolan timnas U-23 menambah kekuatan. "Kami tidak menampik jika dianggap sebagai tim paling lemah di gelaran ini. Dengan materi pemain selevel Divisi Utama. Tapi tugas Saya menjadikan mereka tampil kompak dan solid serta sulit dikalahkan," bilang Suharto AD pelatih PS TNI. Adalah semangat pantang menyerah menjadi penyemangat Legimin Rahardjo dkk. "Karena tugas seorang pelatih juga menjadikan tim biasa itu menjadi luar biasa. Bukan hanya merekrut dan mengandalkan pemain luar biasa," sambungnya.
Sesuai dengan karakter tim yang dibentuk, Suharto AD melihat perpaduan karakter tentara dengan
PSMS Medan sama. "Saya melihat karakter pemain yang tentara ini sama dengan karakter PSMS. Fighting spirit tinggi, bermain keras tapi tidak kasar sangat cocok dengan press and cover yang kita terapkan. Mungkin faktor ini yang membuat PS TNI bermain agresif," bebernya.
Selain itu faktor hubungan manajemen dengan pemain serta pelatih yang harmonis menambah solidnya tim. Apalagi perhatian Pangkostrad, Letnan Jenderal Edy Rahmayadi kepada PS TNI sangat besar. "Tidak ada latihan khusus soal fisik pemain, kami latihan sama dengan klub - klub lain. Sistem Kekeluargaan di tim ini sangat kental. Ini juga yang membuat kami kuat. Prinsip kerjasama dan sama-sama bekerja. Makanya dari awal saya hanya membutuhkan pemain yang pantas, yang mampu dan yang mau ," tegas Suharto AD.
Tampil di Indonesia Championship Piala Jenderal Sudirman, PS TNI mendaftarkan 23 pemain. Dari jumlah itu terdapat 15 pemain yang merupakan tentara dan sisanya pemain sipil asal
PSMS Medan yang dipinjam