PSMS Mencari Dana Talangan untuk Pengeluaran di Fase Transisi Menuju 2021

PSMS Mencari Dana Talangan untuk Pengeluaran di Fase Transisi Menuju 2021

Nov 6, 2020 - 11:16
 0
PSMS Mencari Dana Talangan untuk Pengeluaran di Fase Transisi Menuju 2021
Manajemen PSMS Medan saat memperkenalkan Paulo Sitanggang beberapa waktu lalu
BOLAHITA, MEDAN - Mau tak mau, setiap manajemen klub sepakbola yang berkompetisi di Liga 1 dan 2 harus ekstra kerja keras mencari pemasukan dana lagi. 

Setelah banyak pengeluaran yang sia-sia akibat gagalnya liga di gelar di tahun 2020, kini klub setidaknya harus berpikir mencari dana untuk pembayaran gaji di bulan November 2020 hingga berakhirnya kompetisi 2020-2021 mendatang.

Dan bagi PSMS sendiri telah melakukan perhitungan anggaran untuk fase transisi sebelum kick off Liga 2 tahun depan. Setidaknya kembali menyiapkan dana ekstra yang diperkirakan mencapai lebih dari satu miliar rupiah sebagai biaya operasional selama empat bulan penundaan kompetisi liga 2 tahun 2020/2021.

Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang mengatakan, pengurus akan melaporkan kepada pembina Edy Rahmayadi setiap perkembangan liga dan kebutuhan biaya yang diperlukan selama penundaan kompetisi hingga tahun 2021.

"Ya dana itu kita akan diskusi nanti dengan pembina Bapak Edy Rahmayadi untuk bersama memikirkan itu," kata Mulyadi Simatupang.

Menurut Mulyadi Simatupang, jika liga bergulir sesuai jadwal semula bulan Oktober, maka kompetisi sebenarnya sudah bisa selesai awal bulan Desember 2020.

Dan semua klub terkhusus PSMS tak perlu menderita kerugian karena harus mengeluarkan dana tambahan akibat penundaan. Atau jika liga ditunda sejak awal dan digelar setelah ada izin Polri maka klub PSMS sudah bisa mengambil kebijakan sejak awal.

"Jadi memang ini penyebabnya juga karena ketidaktegasan PSSI dari awal (liga diputar tanpai izin polri)," ucap Mulyadi Simatupang.

Meski Legimin Rahardjo dkk diliburkan, PSMS tetap membayarkan gaji para pemain dan pelatih sesuai dengan ketentuan regulai yang telah dikeluarkan PSSI.

Melalui Surat Keputusan (SK) nomor 48 tahun 2020, PSSI mewajibkan klub liga 2 membayarkan gaji pemain maksimum 25 persen selama kompetisi belum berjalan.

Selain itu kata Mulyadi, walaupun para pemain belum dikumpulkan lagi, tim pelatih tetap memantau kondisi para penggawa PSMS. Afiful Huda Cs juga diwajibkan mengirimkan video latihan dan diingatkan untuk tetap menjaga kondisi fisik, stamina masing-masing.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow