Penagih Utang PSMS Kejar Idris

Penagih Utang PSMS Kejar Idris

Sep 22, 2012 - 09:58
 0
Penagih Utang PSMS Kejar Idris
Idris Se<br>
Berakhirnya musim Indonesian Super League (ISL) 2011/2012 masih menyisakan berbagai permasalahan bagi manajemen PSMS Medan. Belum lagi kelar masalah pembayaran enam bulan gaji pemain, kini, pihak-pihak yang mengaku masih terbebani utang PSMS mulai angkat bicara.<br><br>Pihak Residence Hotel Medan misalnya. Penginapan yang saat putaran pertama ISL 2011/2012 lalu menjadi tempat mantan pelatih PSMS, Raja Isa saat masih menjadi pelatih PSMS menginap, mengatakan, PSMS memiliki utang sebesar Rp 42.229.500 kepada manajemen hotel. Manajer Residence Hotel Irwan Harahap mengatakan, hingga tanggal 24 Mei 2012 lalu, PSMS yang berutang puluhan juta, baru melakukan pembayaran dua kali dengan besaran cicilan tiga juta rupiah.<br><br>"Jumlah tagihan lama itu sekitar 43 juta, namun telah didicil dua kali masing-masing tiga juta rupiah. Pulus biaya sewa kamar, biaya makan dan biaya londri, saat ini total utang PSMS di hotel kami ssebesar lebih dari 42 juta rupiah," ujar Irwan kemarin.<br><br>Berbagai upaya pendekatan diakuinya sudah dilakukan dengan PSMS. Termasuk dengan ikut mendatangi pertemuan yang digelar Rahudman Harahap di Grand Aston. Sayangnya pihak hotel yang sudah menunggu sosok Idris tak kesampaian. Hingga pukul 21.20 pihak hotel pulang dan tak berselang lama CEO PSMS barulah muncul.<br><br> "Awalnya kami coba menjalin keakraban sama pengurus PSMS. Kami beberapa kali menghubungi Rani, (staf Idris di Mes Kebun Bunga) karena Idris yang susah dihubungi. Kami sudah mencoba pendekatan baik, karena kami juga masih berharap  mendapatkan hak kami," ujarnya.<br><br>Irwan mengatakan, dia dan staf hotel lain cukup sering mencoba berkomunikasi dengan Idris selaku Chief Executive Officer PSMS ISL, yang dinilai bertanggung jawab. Namun baik telepon dan pesan singkat, tidak mendapat jawaban. "Saya sering menelepon pak Idris, tapi tak pernah diangkat.  Begitu juga saat di-sms,  tapi tidak pernah dibalas," beber Irwan.<br><br>Namun, Idris pernah membalas pesan singkat yang dikirimkan oleh salah satu stafnya. " Di sms sama pegawai, dia jawab kalau ada uangnya, pasti kami kasih. Bahkan, dalam satu minggu itu kami bisa menagih dua hingga tiga kali," katanya.<br><br>Diakui Irwan, utang manajemen PSMS kepada pihaknya tidak besar. Namun, dengan kapasitas hotel kelas melati tersebut, jumlah tunggakan PSMS itu cukup besar. "42 juta itu dengan kapasitas Hotel Residence, kelas melati, dengan jumlah ini penting bagi kami. Bahkan karena ini, ada beberapa karyawan yang gajinya sempat di-pending menunggu pembayaran PSMS, walau akhirnya kami harus mengurus pekerja kami dan menyelesaikannya di internal manajemen," bebernya lagi.<br><br>Irwan berharap malah tersebut bisa diselesaikan manajemen PSMS. Namun, pasca dipecatnya Raja Isa, dia meengaku, seolah-olah, pihaknya dituntut untuk ikut ambil bagian pada masalah antara Raja isa dan manajemen PSMS Medan. <br><br>" Raja isa yang punya masalah, kok seperti kami yang diikutkan?  Bagaimanapun utang itu harus dibayarlah, bagaimanapun caranya, menyicil.  Kami tetap menagih utang diselesaikan Selesaikan dulu masalah yang ada di PSMS, Idris yang menjalin komunikasi. Kalau  dengan hotel sekecil ini aja, tidak bisa dijaga hubungan mitra antara produsen dan konsumen, jelas ini menunujukkan bobroknya PSMS," pungkasnya. (bolaita)<br>

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow