Polemik Kasus Kepemilikan Nama dan Logo PSMS Berlanjut, CEO Dipanggil

Polemik Kasus Kepemilikan Nama dan Logo PSMS Berlanjut, CEO Dipanggil

Apr 14, 2019 - 19:11
 0
Polemik Kasus Kepemilikan Nama dan Logo PSMS Berlanjut, CEO Dipanggil
Surat yang beredar itu tertanggal Senin, 5 April 2019 yang ditujukan kepada Direktur PT Kinantan Medan Indonesia
BOLAHITA, MEDAN - Kasus sengketa klaim kepemilikan merek PSMS Medan terus berlanjut. Pasalnya, kini beredar surat pemanggilan terhadap pengurus PSMS dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Surat yang beredar itu tertanggal Senin, 5 April 2019 yang ditujukan kepada Direktur PT Kinantan Medan Indonesia, Dhodhy Thahir yang dikirimkan ke Sekretariat Stadion PSMS, Jalan Candi Borobudur Medan.

Surat bernomor No KHI.7.KI.08.01-08-08-88 tersebut dikirimkan sesuai laporan kejadian no. HI 07.03.01.02.08 tertanggal 4 April 2018 tentang adanya dugaan pelanggaran merek PSMS Medan + logo.

Dhodhy diundang untuk dimintai keterangan/wawancara ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Jl HR Rasuna Said Kav 8-9 Kuningan Jakarta Selatan. Surat itu ditandatangani Plt Direktur Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa, Ronald S Lumbuun.

Pihak PSMS melalui Sekretaris Umum (Sekum) Julius Raja mengakui belum menerima surat tersebut. "Kami enggak tahu, sampai hari ini belum ada kami terima suratnya," ujarnya saat dihubungi, Rabu (10/4/2019) sore.

King-sapaan Julius Raja, menjelaskan pihaknya sejatinya enggan berbicara soal ini. Sebab, sesuai hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Bali, Januari 2019 memang PT Kinantan Medan yang terdaftar di PSSI, bukan PT PeSeMes yang saat ini mengklaim memiliki PSMS.

"Semua sudah sesuai yang di Bali. Kita yang terdaftar. Sekarang begini, kalau memang mereka (pihak PT PeSeMes) memang benar merasa menang di pengadilan dan didukung 40 klub tunjukkan suratnya ke publik, jangan hanya bicara saja. Intinya PSMS ini tak bisa dimiliki perorangan," ungkapnya.

King juga menyoroti soal klaim pihak PT PeSeMes yang disebut datang memenuhi panggilan PSSI beberapa waktu lalu. "Kami langsung telepon Gusti Randa (Plt Ketum PSSI), dan katanya bukan diundang, tapi mereka datang menghadap. Namanya tamu jad diterima oleh PSSI," lanjutnya.

King mengurai sejak PSSI bergulir profesional, keikutsertaan PSMS di kompetisi nasional telah menggunakan tujuh PT berbeda.

"PT PSMS Medan dengan CEO Dolly Siregar, PT Togos Gopas milik Sihar Sitorus, PT PSMS dan PT Perintis Raya Sakti itu saat dualisme kompetisi, PT Dinamit Jaya jaman Idris, PT PSMS yang ikut IPL, PT Ayam Kinantan Indonesia tahu 2017 di Liga 2, dan PT Kinantan Indonesia di Liga 1 sampai sekarang," tuturnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow