Bermain di Malam Hari saat Ramadan Bukan Kendala bagi Pemain Indonesia
Bagi pemain Indonesia, bertanding di malam hari selama bulan Ramadan tidak akan menjadi kendala dalam menjaga performa di setiap pertandingan.
BOLAHITA - Bagi pemain Indonesia, bertanding di malam hari selama bulan Ramadan tidak akan menjadi kendala dalam menjaga performa di setiap pertandingan.
Hal ini juga diakui oleh penyerang Persija Jakarta, Yandi Sofyan Munawar, yang menegaskan bahwa bermain malam hari selama Ramadan tidak berdampak negatif pada kondisi fisik pemain.
Menurut pemain asal Garut tersebut, bertanding di malam hari saat bulan puasa sudah menjadi hal yang biasa. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga asupan makanan dan minuman, terutama saat berbuka dan sahur, untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
"Menurut saya, bermain malam hari bukan masalah, karena jeda waktu antara berbuka puasa dan kick-off masih cukup panjang. Kita masih punya waktu untuk persiapan. Bahkan di luar negeri, banyak pemain Muslim yang tetap berpuasa saat bertanding, jadi ini bukan kendala," ujar Yandi.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menghindari dehidrasi agar performa tetap stabil sepanjang pertandingan.
"Yang paling penting adalah menjaga tubuh agar tidak dehidrasi. Setiap pemain harus memperhatikan nutrisi saat sahur dan berbuka karena kita butuh tenaga yang cukup agar performa tetap konsisten," tambahnya.
Untuk jadwal pertandingan di bulan Ramadan, Persija Jakarta hanya akan menjalani dua laga kandang, yakni melawan PSIS Semarang pada 4 Maret dan Arema FC pada 9 Maret.
Yandi menegaskan bahwa dua pertandingan ini harus dimaksimalkan untuk meraih poin penuh agar Persija bisa mendekati posisi tim-tim di atasnya seperti Persebaya (44 poin), Dewa United (46 poin), dan Persib Bandung (51 poin).
Saat ini, Persija berada di peringkat keempat dengan 40 poin dari 24 pertandingan yang telah dimainkan.
"Saya dan rekan-rekan bertekad meraih poin penuh di dua laga kandang ini. Kami sangat membutuhkan poin untuk kembali bersaing di papan atas," tutup Yandi.
What's Your Reaction?