Bursa Calon Ketua Umum KONI Sumut Diwarnai Dua Nama, TPP Diminta Profesional

Kedua nama tersebut adalah Hatunggal Siregar dan Parlautan Siregar, yang kini secara resmi masuk dalam bursa calon ketua.

Apr 11, 2025 - 21:43
Apr 11, 2025 - 21:43
 0
Bursa Calon Ketua Umum KONI Sumut Diwarnai Dua Nama, TPP Diminta Profesional
Zulkarnaen Purba.

SUMUTJUARA - Pemilihan Ketua Umum KONI Sumatera Utara periode 2025-2029 resmi diwarnai dengan kembalinya dua bakal calon yang menyerahkan berkas pendaftaran pada Jumat (11/4/2025).

Kedua nama tersebut adalah Hatunggal Siregar dan Parlautan Siregar, yang kini secara resmi masuk dalam bursa calon ketua.

Kehadiran dua sosok dalam kontestasi ini mendapat tanggapan positif dari tokoh olahraga Sumut, Zulkarnaen Purba. Ia menilai hal ini mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap kemajuan dunia olahraga di Sumatera Utara.

“Adanya dua bakal calon ini tentu merupakan hal baik. Artinya, ada perhatian terhadap pembinaan olahraga. Tapi kita juga harus objektif melihat bahwa masing-masing calon memiliki kekurangan dalam proses ini. Oleh karena itu, peran Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) sangat penting. Kita akan lihat pada Sabtu (12/4) ini, apakah TPP bisa bekerja profesional atau tidak,” ujar Zulkarnaen, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum FORKI Sumut.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Sebagaimana dijadwalkan, TPP akan melakukan verifikasi faktual terhadap dokumen dan dukungan kedua bakal calon pada Sabtu (12/4/2025). Zulkarnaen berharap verifikasi dilakukan secara transparan dan sesuai regulasi yang berlaku, tanpa campur tangan pihak luar.

“Jika memang memenuhi syarat, nyatakan lolos. Namun jika tidak, sampaikan juga dengan tegas. Ini penting karena kita bicara soal masa depan olahraga Sumut. Jangan sampai ada kompromi yang justru merugikan pembinaan prestasi,” tegasnya.

Zulkarnaen juga menyebutkan adanya dua opsi lain jika kedua calon tidak memenuhi syarat. Pertama, diskresi dari Ketua Umum KONI Pusat untuk memperpanjang masa jabatan John Lubis, seperti yang disampaikan pada rapat bersama Pengprov Cabor tanggal 24 Maret 2025. John disebut bersedia melanjutkan jabatan hingga enam bulan atau bahkan satu periode penuh.

Opsi kedua, mendorong Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution untuk memimpin KONI Sumut periode 2025-2029. Hal ini dimungkinkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 yang memperbolehkan pejabat publik menjadi Ketua Umum KONI.

Zulkarnaen juga mengungkapkan tantangan utama dalam pembinaan olahraga Sumut, yaitu masalah birokrasi, mahalnya biaya venue, dan minimnya anggaran.

“Selama ini, anggaran tidak mengikuti program. Bahkan kabarnya, tahun ini KONI Sumut hanya menerima anggaran Rp8 miliar. Ini jelas menyulitkan pembinaan olahraga secara modern,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Zulkarnaen menekankan bahwa FORKI Sumut tidak mempersoalkan siapa pun yang terpilih sebagai ketua umum, namun mengingatkan agar proses pemilihan tidak sampai mengorbankan masa depan prestasi olahraga empat tahun ke depan.

“Yang penting adalah jangan sampai salah pilih. Apalagi kalau sampai ada sekelompok orang yang punya kepentingan untuk menguasai KONI Sumut,” ujarnya.

Sebagai penutup, Zulkarnaen mengusulkan agar siapapun yang terpilih nanti wajib menandatangani fakta integritas. Isinya, jika gagal membawa Sumut ke posisi terhormat pada PON XXII tahun 2028 di NTT-NTB, maka secara legowo harus mundur dari jabatannya.

“Ini ujian nyata bagi TPP. Kita lihat, apakah mereka bisa berdiri netral demi kemajuan olahraga Sumatera Utara,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow