Dibatalkan sebagai Tuan Rumah Piala Dunia, Jokowi Minta Jangan Saling Menyalahkan
Ia menyatakan bahwa Indonesia harus menatap ke depan sebagai bangsa yang besar
BACA JUGA :
- FIFA Menghapus Indonesia Sebagai tuan rumah FIFA U-20 World Cup 2023
- Setelah Gagal Menjadi Host Piala Dunia U-20 2023, Indonesia Menanti Sanksi FIFA
- Kadispora Medan Terima Informasi Stadion Teladan Dijadikan Venue Penutupan PON 2024
- Fasilitas yang Lahir dari Revitalisasi Stadion Kebun Bunga dan Kawasannya
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Presiden Indonesia, Joko Widodo, mengimbau masyarakat untuk tidak saling menyalahkan setelah Indonesia gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA U-20 2023.
Ia menyatakan bahwa Indonesia harus menatap ke depan sebagai bangsa yang besar.
“Jangan buang energi saling menyalahkan dan sebagai bangsa yang besar kita harus melihat ke depan, bukan ke belakang,” kata Presiden Jokowi dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (30/3/2023).
“Jadikan ini pelajaran berharga bagi kita semua untuk sepak bola Indonesia,” tambah mantan Gubernur Jakarta itu.
Lebih lanjut, Kepala Negara mengakui bahwa keputusan FIFA mengecewakan. Namun, apa yang sudah menjadi keputusan FIFA harus diterima dengan hati terbuka.
“Tentu kita harus menghormati keputusan ini. Saya tahu keputusan ini membuat banyak orang kecewa, dan saya merasakan hal yang sama, kecewa dan sedih,” kata Jokowi.
Seperti diketahui, FIFA akhirnya secara resmi mengumumkan pencabutan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA U-20 2023 pada Rabu (29/3/2023) malam. Turnamen itu seharusnya diadakan dari 20 Mei hingga 11 Juni 2023.
Dalam pengumumannya, FIFA tak menjelaskan secara rinci mengapa Indonesia batal menjadi tuan rumah. Mereka hanya menyebutkan ‘karena keadaan saat ini’ yang menyebabkan Piala Dunia U-20 2023 tak jadi berlangsung di Tanah Air.
What's Your Reaction?