Dominasi Pemain Luar Sumut di Skuad EPA PSMS Medan U-19 Tuai Pro dan Kontra
Persiapan tim Elite Pro Academy (EPA) PSMS Medan menjelang bergulirnya EPA Championship U-19 2026 menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat
Dominasi Pemain Luar Sumut di Skuad EPA PSMS Medan U-19 Tuai Pro dan Kontra
BOLAHITA - Persiapan tim Elite Pro Academy (EPA) PSMS Medan menjelang bergulirnya EPA Championship U-19 2026 menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat, khususnya para pecinta sepak bola di Kota Medan dan Sumatera Utara.
Perdebatan muncul setelah komposisi skuad muda berjuluk Ayam Kinantan tersebut disebut-sebut akan didominasi pemain yang berasal dari luar Sumatera Utara.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Berdasarkan informasi yang diperoleh, pelatih kepala EPA PSMS Medan, Kas Hartadi, bersama jajaran tim pelatih telah melakukan proses seleksi pemain di dua lokasi, yakni Jakarta dan Medan.
Dari hasil seleksi tersebut, sebanyak 18 pemain berhasil terjaring dari seleksi di Jakarta. Sementara dari seleksi yang digelar di Medan hanya menghasilkan tujuh pemain. Selain itu, terdapat tambahan satu pemain yang sebelumnya merupakan bagian dari skuad Youth PSMS Medan pada ajang Pegadaian Championship musim 2025/2026.
Komposisi ini kemudian memunculkan kritik dari sejumlah kalangan yang menilai dominasi pemain luar daerah seolah menggambarkan minimnya talenta muda sepak bola dari Sumatera Utara.
Padahal, Sumut selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki tradisi kuat dalam melahirkan pesepak bola berbakat.
Menanggapi polemik tersebut, Presiden Direktur PSMS Medan, Fendi Jonathan, menjelaskan bahwa komposisi pemain yang terpilih merupakan hasil seleksi murni yang dilakukan oleh tim pelatih.
View this post on Instagram
“Seleksi di Medan juga sudah dilakukan oleh coach Legimin bersama beberapa pelatih lainnya. Memang dari hasil seleksi yang dilakukan, pemain yang dinilai layak hanya sekitar itu saja,” ujar Fendi Jonathan, seperti dikutip dari Tribun Medan.
Ia juga menjelaskan bahwa sebagian pemain muda asal Medan sebenarnya telah bermain di kompetisi Liga 3 sehingga tidak bisa lagi tampil di ajang EPA.
“Beberapa pemain dari Medan juga sudah bermain di Liga 3. Kalau sudah bermain di Liga 3 tentu tidak bisa lagi didaftarkan di EPA,” jelasnya.
Selain faktor hasil seleksi, Fendi mengungkapkan bahwa persiapan menuju kompetisi EPA musim ini tergolong sangat singkat. Pihak manajemen baru menerima informasi terkait pelaksanaan kompetisi yang dijadwalkan mulai 1 April 2026.
Kompetisi tersebut nantinya akan berlangsung hingga partai grand final pada 16 Mei 2026 di Garudayaksa Football Academy, Bogor.
What's Your Reaction?