Kiprah Made Pasek Wijaya Sebagai Pelatih Bali United Muda

Kiprah Made Pasek Wijaya Sebagai Pelatih Bali United Muda

Kiprah Made Pasek Wijaya Sebagai Pelatih Bali United Muda
I Made Pasek Wijaya

BANDUNG - Pelatih Bali United U-18 dengan nama lengkap I Made Pasek Wijaya tentu bagi penggila sepak bola tanah air, pasti mengenalnya.

Ya, dirinya adalah mantan pemain sepak bola yang pernah memperkuat tim nasional Indonesia era tahun 1997 hingga 2000.

Karirnya sebagai pelatih dimulai sejak menjadi asisten pelatih pada tahun 2008 hingga 2012 untuk tim Pelita Jaya, kemudian tahun 2012 hingga 2016 untuk Arema (dahulu bernama Arema Cronus), lalu untuk Bali United di tahun 2017 sampai dengan 2018. Kini, dirinya fokus untuk pembinaan usia muda di Bali United U-18 dari tahun 2019.

Melihat gelaran kompetisi ini, pelatih yang lahir di Denpasar 52 tahun silam itu mengatakan, “Saya sebagai insan pelatih tentu sangat senang EPA bisa bergulir kembali. Karena disini juga bisa menjadi ajang untuk mencari pemain, yang dapat menunjang timnas juga sebagai persiapan Piala Dunia 2023 dimana Indonesia sebagai tuan rumahnya. Karena tanpa adanya kompetisi, tentu akan kesulitan untuk mencari pemain,” tuturnya, Kamis (21/10).

Untuk persiapan tim dan mencari pemain, dirinya mengatakan banyak tantangannya, “Di Bali sulit untuk menjaring pemain karena ada PPKM dan Polisi Desanya sangat ketat sekali memantau, jadi kami tidak ada seleksi, kami hanya 20 hari melakukan persiapan, mengambil pemain dari akademi Bali United mana yang kurang kami perbaiki. Saya berterima kasih kepada para pemain, kita sudah tiga kali menang, semoga kami bisa lebih fokus, berikutnya lawan Barito Putera, mereka juga tim bagus dari segi materi dan postur pemainnya,” jelasnya.

Bolahita.id/uploads/images/2021/10/image_750x_6172d88f16d29.jpg" alt="" />

Coach Made Pasek mengatakan, untuk menjaga penampilan tim, dia apreasiasi para pemain, “Mereka disiplin menjaga kondisinya, habis ini kami ada Ice Bath, dan makan juga kami atur, saya dibantu staf lain kompak dan tegas mengatur pola makan, istirahat dan latihan para pemain. Anak-anak ini sudah disiplin sekali tahu waktu kapan harus persiapan bermain sepak bola, kapan istirahat,” ungkapnya.

Mengenai persaingan di grup dirinya menyebut kalau semua tim berat, “Kita tidak bisa anggap remeh lawan, di grup ini saya rasa semua berat. Contohnya, Persipura yang punya bakat alam bagus-bagus, begitu juga dengan Sleman dan tim lain. Bali ini kan sepak bolanya baru mulai berkembang, beda dengan mereka yang di daerah Jawa atau lainnya,” imbuhnya.

Terakhir, dia mengucapkan terima kasih kepada manajemen Bali United “Mereka sangat perhatian sekali dengan pengembangan pemain usia muda, karena dengan begitu banyak pemain muda ini, mereka nanti bisa berjenjang dan dipromosikan masuk ke tim utama Bali United, target kami tidak muluk-muluk, lolos dahulu ke babak delapan besar, baru nanti kita bisa bicara lain lagi,” tutupnya.

Laga berikutnya apabila merujuk dan menurut jadwal, Bali United U-18 akan bertemu Persipura Jayapura U-18, Senin 25 Oktober 2021 pukul 14.00 WIB di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.