Manajemen Klub Madura United Sesuaikan Gaji Pelatih dan Pemain
Mau tak mau di tengah ketidakpastian lanjutan kompetisi BRI Liga 1, manajemen klub Madura United akhirnya memilih melakukan penyesuaian gaji pelatih dan para pemainnya.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
JAKARTA - Mau tak mau di tengah ketidakpastian lanjutan kompetisi BRI Liga 1, manajemen klub Madura United akhirnya memilih melakukan penyesuaian gaji pelatih dan para pemainnya.
Kesepatan itu dituangkan dalam adendum kontrak yang telah disepekati bersama. Hal tersebut dampak dari kekuaturan penundaan kompetisi Liga 1 2022/23 bakal berlarut-larut.
Kompetisi musim ini memang tengah dihentikan sementara waktu imbas Tragedi Kanjuruhan yang terjadi selepas laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada 1 Oktober lalu. 135 korban meregang nyawa dalam peristiwa tersebut.
M11bet Situs Online Resmi Indonesia
Klub berjulukan Madura United itu memahami bila situasi yang terjadi adalah kondisi luar biasa. Untuk itu mereka menggiatkan komunikasi secara intens kepada pemain pelatih hingga sponsor agar mau melakukan penyesuaian kontrak.
"Kami dalam lima hari ini mengajak bicara pemain, pelatih, dan sponsor untuk mendiskusikan sejumlah skenario agar mereka memiliki kepastian hukum atas kepastian hak dan kewajiban," buka Dirut PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ulhaq Abdurrahim.
"Alhamdulillah semua pemain setuju. Pelatih juga tak keberatan dan sponsor memberikan dispensasi dan pemahaman. Semua bersedia berkorban, kami sepakati sejumlah skenario jika kompetisi lanjut, tunda atau batal," imbuhnya.
Perubahan kontrak yang telah disepakati bersama ini diharapkan mampu memuaskan semua pihak. Pria yang akrab disapa Habib tersebut bersyukur mereka mau berkorban bersama-sama.
"Semua kami bicarakan dan sepakati dalam satu adendum perjanjian kontrak. Madura tak ingin ketidakpastian ini membuat semua pihak khawatir. Kami hadapi musibah ini secara bersama, berkorban bersama, sedih bersama," jelasnya.
Pria asal Pamekasan tersebut juga tak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang mau memahami kondisi klub saat ini. Ketiadaan kompetisi memang membuat revenue klub mampet.
"Terima kasih kepada semua pemain dan pelatih atas pengertian dan empati yang diberikan melalui pengorbanan hak yang terkurangi. Semoga hal ini cepat selesai, dan kompetisi bisa kembali berputar. Salam Settong Dhere!," tandasnya.
View this post on Instagram
What's Your Reaction?