Mobil Dilempari OTK Saat Reses, Anggota DPRD Sumut Irham Buana Laporkan Teror ke Polda

Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) dari Fraksi Partai Golkar, Irham Buana Nasution, mengalami aksi teror saat menjalani agenda reses di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Selasa (8/7/2025).

Jul 10, 2025 - 09:27
Jul 10, 2025 - 09:28
 0
Mobil Dilempari OTK Saat Reses, Anggota DPRD Sumut Irham Buana Laporkan Teror ke Polda
Kaca mobil anggota DPRD Sumut, Irham Buana pecah karena direror OTK saat melakukan reses di Medan Belawan

INFOSUMUT - Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) dari Fraksi Partai Golkar, Irham Buana Nasution, mengalami aksi teror saat menjalani agenda reses di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Selasa (8/7/2025).

Peristiwa terjadi siang hari ketika Irham baru saja menunaikan salat dan hendak melanjutkan kegiatan menuju Medan Labuhan.

Tiba-tiba, mobil yang ditumpanginya dilempari oleh orang tak dikenal (OTK). Dua pelaku berboncengan dengan sepeda motor Honda Scoopy tanpa pelat nomor, mengenakan helm yang menutupi wajah, melemparkan benda keras ke arah kendaraan tersebut.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Akibat aksi itu, kaca belakang mobil pecah. Irham sempat mencoba turun dan mengejar pelaku, namun keduanya justru memutar balik dan kembali melempar sebelum melarikan diri.

“Saat itu saya baru selesai salat dan hendak melanjutkan perjalanan. Tiba-tiba mobil saya dilempari. Saat saya coba turun, mereka malah berbalik dan melempar lagi hingga memecahkan kaca belakang,” ujar Irham pada Rabu (9/7/2025).

Merespons kejadian tersebut, Irham segera melapor ke Mapolda Sumut pada sore harinya. Laporan itu terdaftar dengan nomor STTLP/B/1065/VII/2025/SPKT Polda Sumatera Utara.

“Saya melaporkan langsung aksi teror ini ke Polda. Harapan saya, kasus ini bisa segera terungkap dan pelakunya ditangkap,” tegas Irham.

Ia menilai insiden ini bukan hanya ancaman terhadap dirinya sebagai wakil rakyat, tetapi juga mencerminkan lemahnya rasa aman di ruang publik.


“Kalau seorang anggota dewan saja bisa menjadi korban teror seperti ini, bagaimana dengan masyarakat biasa? Ini preseden buruk bagi demokrasi dan keamanan kita,” tambah mantan Direktur LBH Medan tersebut.

Irham pun berharap aparat kepolisian, khususnya Kapolda Sumut, memberikan perhatian serius terhadap kasus ini.

“Saya berharap kasus ini menjadi perhatian Bapak Kapolda dan ditindaklanjuti secepatnya,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow