PSSI : Pelaku Match Fixing Ditangkap Polri. Sikat dan Tidak Pandang Bulu
Aktor intelektual di balik pengaturan skor Liga 2 2018, berinsial VW atau Vigit Waluyo, resmi ditahan bersama dua tersangka lainnya, Dewanto Rahadmoyo Nugroho (DRN), dan Kartiko Mustikaningtyas (KM). Mereka ditahan setelah menjalani serangkaian pemeriksaan sejak pagi pada Rabu (20/12).
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, kembali menegaskan bahwa penegakan hukum menjadi satu-satunya pilihan untuk membangun sepakbola yang bersih.
Erick memberi sambutan positif terhadap tindakan penahanan tiga pelaku dugaan suap pengaturan skor pertandingan yang dilakukan oleh pihak Polri.
Selain itu, ia juga mendukung rekomendasi hukuman dari Satgas Anti Mafia Bola Mabes Polri terhadap dua klub yang terlibat dalam match fixing.
"Saya pernah katakan, jangan main-main. PSSI sudah berkomitmen dengan Polri, kita selidiki, ada bukti yang kuat, maka langsung sikat, tidak pandang bulu. Jika ingin sepakbola kita bersih. Apalagi ini sudah menjadi permintaan dari Presiden Jokowi, maka harus punya nyali untuk berantas suap dan judi di sepakbola kita," jelas Erick Thohir di Jakarta, Kamis (21/12).
Aktor intelektual di balik pengaturan skor Liga 2 2018, berinsial VW atau Vigit Waluyo, resmi ditahan bersama dua tersangka lainnya, Dewanto Rahadmoyo Nugroho (DRN), dan Kartiko Mustikaningtyas (KM). Mereka ditahan setelah menjalani serangkaian pemeriksaan sejak pagi pada Rabu (20/12).
Pekan sebelumnya, Rabu (13/12), Satgas Anti Mafia Bola Polri menetapkan 8 tersangka atas tuduhan match fixing di Liga 2 2018.
Kedelapan tersangka terdiri dari empat wasit dengan inisial K, RP, AS, dan R. Kemudian, satu asisten manajer klub berinisial DRN, satu LO wasit berinisial KM, dan seorang kurir berinisial GAS yang masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).
Erick Thohir berharap bahwa tindakan penegakan dan penerapan hukum bagi pihak-pihak yang ingin merusak sepakbola Indonesia ini dapat memberikan efek jera.
Ia menekankan bahwa PSSI, Polri, dan Satgas Anti Mafia Bola sangat serius dalam mengatasi masalah ini, dan ia juga memperingatkan klub-klub peserta kompetisi liga untuk berhati-hati, karena klub bisa dikenakan hukuman jika terlibat dalam match fixing.
What's Your Reaction?