BOLAHITA - Sempat kebingungan mencetak gol, akhirnya Haris Tuhare memecah kebuntuan
PSMS Medan. Striker Ayam Kinantan ini membuka kemenangan pada menit ke 69. Tak berselang lama, Jaya Hartono menutup kemenangan 2-0 pada menit ke 74.
Ya
PSMS Medan menang dan tetap belum aman. Pasalnya poin mereka dengan PSPS Pekanbaru masih sama, yakni tiga. Keduanya pun sama-sama menyisahkan satu kali pertandingan.
PSMS berhadapan dengan Semen Padang U-21 dan PSPS Pekanbaru dengan PS Kwarta.
"Kwarta bermain luar biasa meskipun dengan pemain mudanya. Mereka tak mau kalah dengan nama besar PSMS. Padahal hari ini
PSMS main dengan ciri khasnya," puji Edy Syahputra pelatih PSMS. Soal kesulitan mencetak gol, dia mengaku bahwa dibabak pertama Kwarta bermain disiplin.
"Barulah di babak kedua, kami berani main bola-bola bawah. Kiper Kwarta juga bagus. Pemain muda Kwarta bermain layaknya pemain profesional. Kami berharap Kwarta bermain seperti permainan hari ini saat melawan PSPS," harap Edy.
Sementara itu PS Kwarta tak berkecil hati dengan hasil ini. Faktor minimnya mental dan jam terbang tak bisa dipungkiri. "Dua kekalahan beruntun kami di turnamen ini akibat faktor mental. Inilah resiko kami dengan pemain muda. Tapi dari awal kami sudah menjadikan ajang ini menjadi salah satu jam terbang pemain dan membentuk mental," ujar Aun Carbiny asisten pelatih PS Kwarta.