PERTEMUAN kedua yang digagas oleh klub-klub anggota pemilik
PSMS Medan di Hotel Daksina Lantai IV, Rabu (5/1) malam memutuskan penolakan terhadap PT. PeSeMeS.
Sebanyak 19 klub anggota yang hadir saat itu menilai terbitnya PT tersebut sesuatu yang janggal. "Ini namanya sudah perampokan hak dari anggota klub pemilik PSMS. Semua klub harus kompak dan satu suara. Masa kita tidak memiliki di klub kita sendiri," ujar Asrul Batubara dari klub Sinar Sakti.
Protes keras mengalir juga disebabkan sistem saham di PT. PeSeMes dianggap tidak jelas. Sampai saat ini klub-klub tidak pernah disosialisasikan.
"Kalau dari kami menyarankan agar PT. PSMSlah yang digunakan kembali. Karena di dalamnya masih menyertakan klub-klub pemilik. Saya rasa ini moment baik, untuk benar-benar membuat
PSMS lebih baik," ujar Rahmat Parlindungan (Ain) dari klub Putra Buana.
"Kalau kami lebih ke persoalan PT. PeSeMeS yang kita pertanyakan. Kalau kita cabut mandat lagi, kasihan PSMSnya nanti. Jadi sebaiknya kita pertegas bagaimana, ada apa di PT yang dibentuk mereka itu. Bagi kami, ini sudah melangkahi hak kami," pungkas Hengki Ahmad klub Gumarang FC.