Madura FC Laporkan Perangkat Pertandingan dan Panpel PSS Sleman
Madura FC Laporkan Perangkat Pertandingan dan Panpel PSS Sleman
Surat laporan ini dikirimkan pada hari Rabu (7/11/2018) siang, lantaran Madura FC diminta pihak keamanan segera meninggalkan Kabupaten Sleman setelah laga usai.
“Kalau kita tidak mengajukan protes, berarti kita membenarkan hal itu. Bayangkan saja kami sudah dikerjai wasit, kalah, pemain kami masih dikeroyok," kata Januar Herwanto manajer Madura FC kepada wartawan.
"Ini yang repot. Mau seperti apa persepakbolaan Indonesia. Definisi offside sudah berubah. Protes ini sudah kirimkan via email kepada PSSI, Komdis dan LIB,†ucap Januar Herwanto.
Januar mengakui usai pertandingan Panpel PSS Sleman sudah meminta maaf atas apa yang terjadi di Stadion Maguwoharjo Sleman. Bahkan semua bagian Madura FC memaafkan perbuatan oknum panpel dan oknum suporter PSS Sleman.
“Panpel PSS Sleman sudah minta maaf dan tentu saja kita maafkan. Tapi kita tidak boleh melupakan, biar hal itu tidak ditiru klub-klub lain," harap Januar Herwanto.
Januar berharap, PSS Sleman mendapat hukuman setimpal atas adanya pemukulan terhadap pemain Madura FC, seperti Chairul Rifan, Gufroni Al Maruf, Sukasto Effendi, Joko Prayitno serta asisten pelatih, Ismayana Arsyad. Pemukulan disebutnya terjadi di belakang bench dan lorong menuju ruang ganti.
“Pemain memukul wasit bisa dihukum seumur hidup. Seharusnya perangkat pertandingan kemarin juga mendapatkan hukuman yang berat. Kita tunggu nanti keputusannya seperti apa,†pungkasnya.
What's Your Reaction?