Suspensi Belakang Rigid Seperti Motor Kustom Jokowi, Apa Plus Minusnya?
Suspensi Belakang Rigid Seperti Motor Kustom Jokowi, Apa Plus Minusnya?
Ada yang menarik dari motor yang digarap selama dua bulan ini, yaitu shock belakang yang tidak menggunakan teknologi canggih, dan hanya mengadopsi sistem poros kaku alias rigid. Padahal, untuk shock depannya sendiri menggunakan upside-down (USD) berkelir emas.
Dijelaskan Atenx, sapaan karib Andi Akbar, rombakan pada suspensi belakang sejatinya permintaan dari Presiden Jokowi. Kesan klasik makin terasa dengan model seperti ini.
"Kenapa tidak teknologi high tech, karena memang lagi trennya, sebagai lifestyle. Jika berbicara kelebihan dan kekurangannya, sama saja termasuk model Harley-Davidson yang memang menggunakan suspensi rigid," jelas Atenx saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin (5/11/2018).
Berbicara suspensi rigid terlebih untuk di motor kustom, menurut Atenx, memang bukan untuk mengejar kecepatan tinggi. Suspensi rigid ini, biasanya digunakan bagi pengendara atau pemilik motor yang ingin menikmati peprjalanan, dan bukan untuk kebut-kebutan.
"Untuk posisi duduk yang nyaman, bukan high performace. Jadi memang, untuk model tradisional mengejar posisi duduk nyaman bagi pemilik kendaraan," tegasnya.
Menjelaskan lebih lanjut, Atenx mencontohkan motor kustom jenis ini jika dinaiki oleh yang bukan pemiliknya, pasti ada kekurangannya.
Pasalnya, sepeda motor ini memang dibangun sesuai dengan posisi duduk atau berkendara yang nyaman dan enak untuk si empunya.
Atenx pun menjelaskan bahwa urusan kenyamanan disertahkan kembali kepada pemiliknya. Yang jelas, tipe ini tidak diciptakan untuk kecepatan, namun lebih ke nuansa menikmati perjalanan.
What's Your Reaction?