MEDAN, BOLAHITA - Keberhasilan
Medan Denai meraih juara umum Pekan Olahraga Kota (Porkot)
Medan 2015 menuai kritikan dari kecamatan lain. Mereka menilai
Medan Denai tak pantas menjadi juara umum karena masih mengandalkan atlet level nasional, perenang M Fachri.
"Kita menilai Denai memang sangat ambisius menjadi juara umum, sehingga mereka mengorbankan misi dari Porkot ini. Porkot bukanlah level yang pantas bagi M Fachri," ujar Ketua Koordinator KONI Kecamatan
Medan Helvetia, M Ridwan didampingi Sekretaris KONI Kecamatan
Medan Johor Marwan Lubis dan Wakil Ketua KONI Kecamatan
Medan Timur, Nazaruddin Lubis di
Medan, kemarin.
Dijelaskan, pada Porkot 2015 ini, M Fachri berhasil memborong 10 emas dari cabang renang. Jumlah emas yang diraih peraih medali emas Popnas 2015 ini mengalahkan koleksi akhir medali
Medan Tuntungan, Polonia, Labuhan,
Medan Baru, Petisah, Belawan, Marelan dan Maimun.
"Porkot itu adalah ajang pembinaan dan pencarian bakat. Jadi kalau atlet nasional ambil bagian, sudah pasti bibit-bibit pemula tidak akan pernah muncul. Ini harus menjadi pelajaran kita di masa mendatang," tegasnya.
Sedangkan Sekretaris KONI Kecamatan
Medan Johor, Marwan Lubis menilai, turunnya M Fachri membuat persaingan di cabang renang menjadi membosankan. Sebelum pertandingan dimulai, sudah diketahui siapa juaranya. "Bahkan keberadaan Fachri membuat kecamatan lain tidak mau mengikuti cabang renang. Toh, sudah pasti kalah, untuk apa mengikuti renang," tegasnya.
Johor sendiri bingung dengan pelaturan Porkot
Medan 2015 ini. Pasalnya di beberapa cabang olahraga lainnya, atlet nasional dilarang untuk ambil bagian, sementara di renang dibebaskan. "Kita memiliki atlet berprestasi di bulutangkis, tapi dilarang tampil karena sudah pernah tampil di even nasional. Tapi di renang, kok dibebaskan. Ini artinya ada dua peraturan ganda di Porkot ini," paparnya.
Marwan menambahkan, kejadian ini merupakan pengalaman bagi panitia. Untuk kedepan, dia mendesak agar dibuat satu peraturan khusus yang wajib diikuti oleh semua pengcab. "Untuk kedepan kita berharap agar persoalan ini tidak terjadi lagi," harapnya.