Bahar Siagian : Buat Bangga Indonesia dan Sumut di ASEAN Schools Games
Bahar Siagian : Buat Bangga Indonesia dan Sumut di ASEAN Schools Games
MEDAN - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Sumut) H Baharuddin Siagian SH MSi berharap para atlet binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLP-D) yang akan mewakili Indonesia berlaga di Kejuaraan ASEAN Schools Games (ASG) ke XI/2019, bisa mempersembahkan prestasi terbaik.
Keempat atlet secara resmi diberangkatkan oleh Kadispora Sumut Baharuddin Siagian, didampingi Kepala Unit Pelayanan Terpadu Kebakatan Olahraga Sumut, Hj Dahliana, Kasi pembinaan dan pengasuhan Jabuhal Simamora, di Asrama PPLP-D, jalan Sekolah Pembangunan, Medan Sunggal, Jumat (5/7) sore.
Baharuddin berharap para patriot olahraga pelajar Sumut bisa meraih prestasi membanggakan bagi Indonesia, dan khususnya nama daerahnya. Selain ajang meraih prestasi, Baharuddin menilai ASG juga menjadi ajang evaluasi sekaligus menambah pengalaman, semangat, dan menguji mental bertanding di level internasional.
"Kita berharap mereka bisa menorehkan prestasi terbaik karena ini adalah kesempatan yang baik. Saya berharap kepada para pendamping bisa melihat kondisi atletnya supaya saat bertanding nanti bisa maksimal," harap Baharuddin.
Pada ASG nanti, Baharuddin juga berharap para atlet Sumut bisa meraih medali. Namun, yang tidak kalah penting adalah mereka mampu memecahkan rekor catatan waktu terbaiknya selama ini.
"Paling tidak saya berpesan ini kesempatan baik dan maksimalkan untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Karena kita komitmen PPLP ini bisa menjadi laboratorium atlet masa depan Sumut baik untuk dipersiapkan menuju PON 2020 Papua maupun saat menjadi tuan rumah pada PON 2024," pintanya.
Baharuddin pun menginginkan prestasi ini bisa menjadi motivasi cabor binaan PPLP Sumut lainnya untuk bisa mengurus atletnya berlaga di event bertaraf internasional. Apalagi, saat ini pemerintah provinsi fokus pada pembinaan cabor prioritas untuk dipersiapkan menuju event bertaraf nasional bahkan internasional. Salah satunya melakukan pemetaan cabor unggulan tiap kabupaten/kota.
"Kita juga sedang melakukan peninjauan atau kunjungan ke sejumlah daerah - daerah untuk melakukan talent scouting mencari atlet terbaik dengan melihat potensi cabor unggulan tiap kabupaten dan kota. Makanya, tidak hanya cabor atletik saja, kita ingin juga cabor tarung yang selalu menjadi andalan Sumut meraih medali di event nasional seperti karate, taekwondo, silat juga bisa mengirimkan atletnya ke nasional," yakin Baharuddin.
Rasa optimistis meraih prestasi terbaik di ASG, terucap dari atlet asal Kota Medan, Halimatussadiah yang akan berlomba di nomor lari 800 meter putri. Anak pertama dari tiga bersaudara ini optimis bisa persembahkan emas bagi Indonesia di ASG perdanannya. Atlet kelahiran Medan, 04 Maret 2004 ini pun akan mengeluarkan kemampuan terbaiknya sekaligus ingin memecahkan rekor diri sendiri.
"Targetnya tentu ingin meraih emas, tapi bisa memecahkan rekor waktu pribadi yang sebelumnya 02 menit 22 detik. Target saya sih 02 menit 16 detik. Selain itu saya ingin membanggakan orang tua saya. Walaupun masih buta prestasi lawan, tapi saya tidak gentar karena sama - sama makan nasi," ucap atlet yang mengidolakan Triyaningsih ini.
Dikatakan peraih medali emas di kejurnas Bangka Belitung 2019 ini, dirinya tidak menyangka bisa mewakili Indonesia berlaga di event ASEAN. Menurut anak pasangan dari Juliadi dan Eri Wardani ini kepercayaan ini tidak akan disia-siakan karena kesempatan belum tentu datang untuk kedua kalinya.
"Saya merasa terharu dan gak sangka bisa masuk ASEAN Schools Games. Sebelumnya sudah tiga kali terjun di event kejurnas. Seperti kejurnas PPLP tahun 2017 di Papua, 2018 di Gorontalo, dan kejurnas 2019 di Bangka Belitung," akui pelajar Kelas X SMA Swasta Mulia ini.
Optimis yang sama juga dikatakan atlet putra lainnya, Ridho Saragih. Atlet yang akan turun di nomor estafet 4x100 meter putra ini siap persembahkan medali emas. Atlet kelahiran Simalungun, 21 April 2001 ini mengaku terus melakukan latihan rutin demi tampil maksimal.
Meski belum pernah menjalani latihan bersama tim estafet, namun Ridho optimis dengan sisa satu pekan lagi sebelum ASG bergulir, dirinya yakin bisa menjalin kemistri dengan rekannya di nomor estafet.
"Saya akan tandem dengan atlet DKI dan Gorontalo. Saya yakin dengan sisa waktu yang ada kami bisa menjalin kekompakan dengan baik. Jika dipilih sebagai pelari pertama, kedua ataupun terkahir ya harus siap. Karena target kami adalah emas," yakin anak ke 2 dari pasangan Agus Saragih dan Lelawati ini.
Sementara sang pelatih Edi Herianto Harahap, terkait peluang keempat atlet Sumut untuk meraih medali tentu besar. Meskipun diakui peraih perunggu PON 2012 ini, persaingan untuk tingkat ASEAN tentu sangat sengit karena setiap negara mengirimkan atlet terbaiknya.
"Peluang keempat atlet ini saya belum tahu ya karena kekuatan negara lain baru akan diketahui nanti tiba di Semarang. Namun saya yakin dengan program latihan maksimal dan prestasi di Bangka Belitung ini tentu menjadi motivasi bagi mereka untuk bisa mempersembahkan hasil terbaik bagi Indonesia," ucap Edi.
Pada ajang ASG yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah pada 17-25 Juli ini, empat atlet cabang olahraga atletik binaan PPLP -D dipanggil untuk perkuat tim merah putih di ASG 2019, setelah meraih prestasi terbaik pada kejurnas atletik antar PPLP-D dan SKO di Bangka Belitung. Mereka adalah Nella Agustin (400 meter putri, 4 x400 meter putri), Halimatus Sadiah (800 meter putri), Rezcan Mass (1.500 meter dan 5000 meter putra), dan M Ridho Saragih (4x100 meter putra). Selain empat atlet tersebut, pelatih atletik Edi Herianto Harahap juga dipanggil untuk menangani tim cabor atletik. (Joko Saputra)
What's Your Reaction?