MEDAN. BOLAHITA - Keputusan tim transisi menggelar babak semifinal Piala Kemerdekaan di Stadion Gelora Bung Tomo dianggap kurang adil.
Apalagi bagi kontestan
PSMS Medan, karena dianggap menguntungkan Persepam United yang memiliki jarak tempuh lebih dekat mendatangkan suporternya.
PSMS sendiri sudah menyatakan keberatannya kepada tim transisi. Namun keputusan yang memihak Persepam tetap sudah diputuskan.
"Kita menilai main di surabaya bukanlah tempat yang netral. Kami sudah coba ajukan keberatan soal hal tersebut. Namun keberatan kita justru di tolak oleh tim transisi," ujar Andry Mahyar Matondang manajer
PSMS Medan.
Meskipun kemungkinan bertanding tanpa dukungan suporternya,
PSMS Medan tetap siap dengan keputusan tim transisi. Andry Mahyar menegaskan
PSMS akan berangkat ke Surabaya dan bertanding.
"Bagi kita keputusan bermain di Surabaya sangat merugikan. Tapi
PSMS berbesar hati,
PSMS berani di manapun
medannya," tegasnya kepada wartawan