DJSPORT Tarik Diri, PSMS Produksi Jersey Sendiri
DJSPORT Tarik Diri, PSMS Produksi Jersey Sendiri
BOLAHITA, MEDAN - Sengketa logo PSMS Medan terus bergulir di pengadilan. Lantas ini membuat PSMS terpaksa kehilangan pasokan jerseynya musim ini dari pihak sponsor apparel, yaitu DJSport.
DJ Sport musim ini pun resmi angkat kaki alias mundur dari tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut. Ini juga lantaran desakan yang kuat dari suporter PSMS yang ingin memiliki jersey PSMS. Sementara, DJ Sport belum berani merilis jersey PSMS karena sengketa logo tersebut.
Kondisi teranyar ini, Legimin Rahardjo dkk akan memakai jersey baru saat kontra PSIS Semarang 12 September mendatang di Stadion Teladan.
Mereka tak lagi memakai jersey buatan DJ Sport yang selama separuh musim sudah mereka gunakan.
Pemilik DJ Sport, Dimas Yustisia Putra, menjelaskan pemutusan kerja sama lantaran manajemen PSMS mengaku ada desakan dari suporter untuk PSMS merilis jersey, yang saat di Liga 1 belum dilakukan pasca adanya sengketa logo.
“Kita terakhir komunikasi dengan manajemen, mereka minta pertimbangan, bagaimana DJ Sport kan belum ada rilis Jersey karena ada sengketa kasus logo. Selama belum ada keputusan pengadilan tentang logo kita enggak berani melanjutkan kerjasama. Manajemen sebut, desakan dari suporter untuk jersey official itu tinggi,†ujarnya, Senin (3/9/2018).
Sejatinya, ada tawaran dari PSMS agar DJ Sport memproduksi jersey tanpa logo yang akan dipakai resmi PSMS dan dijual ke pasar. Sayangnya, belum adanya jawaban dari Dimas, membuat PSMS memutuskan untuk mengupayakan sendiri Jersey tersebut.
“Silahkan produksi sendiri toh kalau cari apparel pasti juga susah ada sengketa dan tinggal beberapa pertandingan saja, dan prestasi di bawah. Dari DJ Sport mendukung aja. Namanya salah satu pemasukan tim, juga lebih baik jalan tengahnya seperti itu, tidak ada masalah,†ungkapnya.
Pun demikian, Dimas memastikan akan tetap mendukung PSMS sambil menunggu akhir sengketa logo. “Kita habisin musim ini, lihat musim berikutnya di Liga seperti apa musim depan. Baik kalau PSMS di Liga 1 atau 2 kita akan lakukan penawaran,†ucapnya.
Apalagi, lanjut Dimas, PSMS adalah tim profesional pertama yang didukung DJ Sport. Ini membuat pihaknya merasa harus memberikan kontribusi pada PSMS ke depannya.
“Pertama kali DJ Sport berkarir, tim profesional pertamanya itu dengan PSMS (Liga 2 musim 2017). Kita akan beri kontribusi pada PSMS sampai kapanpun apabila dibutuhkan. Lebih baik DJ Sport lakukan saat ini mendukung dan mendoakan. Kalau sengketa selesai, kita ajukan lagi penawaran,†pungkasnya.
What's Your Reaction?