Kegagalan Timnas Jepang Di Piala Dunia 2026 Picu Keisuke Honda Ajukan Diri Jadi Pelatih

Kegagalan Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 memicu reaksi keras dari legenda mereka, Keisuke Honda. Ia secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya dan bahkan menawarkan diri untuk menjadi pelatih menggantikan Hajime Moriyasu.

Jul 2, 2026 - 17:00
Jul 2, 2026 - 17:01
 0
Kegagalan Timnas Jepang Di Piala Dunia 2026 Picu Keisuke Honda Ajukan Diri Jadi Pelatih
Keisuke Honda kesal dengan JFA usai mendengar kabar akan menawari Hajime Moriyasu perpanjangan kontrak sebagai pelatih Timnas Jepang (Foto: AFF)

BOLAHITA.ID - Kegagalan Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 memicu reaksi keras dari legenda mereka, Keisuke Honda. Ia secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya dan bahkan menawarkan diri untuk menjadi pelatih menggantikan Hajime Moriyasu.

Langkah Samurai Biru harus terhenti di babak 32 besar setelah takluk 1-2 dari Brasil. Hasil ini cukup mengejutkan, mengingat Jepang sebelumnya diprediksi mampu melaju setidaknya hingga perempat final.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Situasi tersebut turut menimbulkan spekulasi mengenai masa depan pelatih Hajime Moriyasu, yang kontraknya berakhir usai turnamen. Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) dikabarkan mempertimbangkan untuk memperpanjang kontraknya selama satu tahun.

Namun, rencana tersebut justru mendapat kritik dari Honda. Ia menilai keputusan itu diambil bukan karena prestasi, melainkan karena tidak adanya kandidat lain yang dianggap siap.

“Saya tahu ini akan kontroversial, tetapi biar saja saya bicara. Saya melihat berita mereka menawari Coach Hajime Moriyasu perpanjangan kontrak satu tahun,” tulis Honda melalui akun X miliknya.

Menurutnya, perpanjangan kontrak itu hanya solusi sementara. “Itu hanya untuk mengisi kekosongan karena mereka tidak bisa menemukan kandidat lain,” tegas mantan pemain AC Milan tersebut.

Tak berhenti di situ, Honda bahkan mengajukan dirinya sebagai solusi. Ia menawarkan diri untuk melatih Timnas Jepang selama satu tahun ke depan, dengan syarat siap menerima konsekuensi jika gagal.

“Kenapa tidak mencoba saya selama satu tahun? Jika kita gagal di Piala Asia, Anda bisa memecat saya tanpa bantahan. Saya siap menerima tantangan ini,” ujarnya.

Pernyataan tersebut langsung memicu perdebatan di kalangan publik. Sebagian mendukung keberaniannya, namun tidak sedikit pula yang meragukan kapasitasnya, terutama mengingat rekam jejaknya saat menangani Timnas Kamboja yang dinilai belum menunjukkan hasil signifikan.

Sementara itu, Hajime Moriyasu telah menangani Timnas Jepang sejak 26 Juli 2018. Prestasi terbaiknya adalah membawa Jepang menjadi runner-up Piala Asia 2019 setelah kalah 1-3 dari Qatar di partai final.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow