Kisah Menarik Dicky Firasat Sebagai Pelatih PSIS Semarang U-16
Sejumlah Klub Top Sudah Diperkuat Dicky Firasat Sewaktu Menjadi Pemain Profesional
JAKARTA - Pamor Dicky Firasat tentunya dahulu kita kenal cukup mentereng. Namanya cukup sering disebutkan para komentator pembawa acara sepakbola di televisi.
Dicky Firasat dahulu sebagai pemain yang pernah membela klub-klub kompetisi lokal. Seperti Persikabo, Persib Bandung, Persela Lamongan, Arema Indonesia hingga terakhir Persijap Jepara. Namun, kini dirinya mengabdikan diri sebagai pelatih usia muda tim PSIS Semarang U-16.
Selama mengarungi kompetisi Mola Elite Pro Academy tahun ini, PSIS Semarang U-16 dibawah kendalinya berada di posisi keempat klasemen Grup C dengan raihan tujuh poin dari enam kali bermain, dua kali menang, satu kali seri dan tiga kali mengalami kekalahan.
PSIS Semarang berada dibawah Persib Bandung sebagai pemuncak klasemen, Persita Tangerang dan Bhayangkara FC. Dibawahnya ada Persebaya dan Persela Lamongan.
“Pendapat saya, gelaran EPA ini sungguh luar biasa, sangat mendidik bagi perkembangan sepak bola Indonesia, terutama di pembinaan usia dini, dengan adanya kompetisi seperti ini, untuk pembinaan usia dini mungkin lebih ke anak-anak ini ada pengalaman bertanding disana,” buka Dicky.
Suka dukanya dalam melakukan seleksi pemain untuk tim PSIS Semarang U-16 yang akan bermain di kompetisi Mola Elite Pro Academy, dirasakannya. Apalagi kondisi Indonesia dan dunia yang sedang mengalami pandemi covid-19.
“Yang pertama saya melihat anak-anak untuk bisa bergabung di PSIS mungkin hal utama adalah attitude mereka. Karena dengan attitude, mereka akan respek dengan apa yang menjadi keinginan dari seorang pelatih pasti bisa dijalankan. Kedua dari sisi teknis, dari segi fisik dan teknik,” ungkapnya.
Dirinya juga menerangkan bagaimana persiapan timnya, dalam mengarungi kompetisi Mola Elite Pro Academy. “Seperti biasanya, saya juga belum bisa melihat kekuatan lawan secara keseluruhan. Namun setelah saya observasi lebih lanjut, akhirnya saya mendapatkan suatu strategi,” tuturnya.
Berbicara mengenai peta kekuatan di Grup C sejauh ini, pria kelahiran Bandung 40 tahun silam itu mengatakan, “Saya juga belum melihat sejauh apa tim-tim di grup ini bermain, yang saya bisa lihat adalah yang sudah kami lawan sebelumnya. Sejauh ini saya masih terus mengobservasi semua tim, agar kami siap menghadapi mereka,” tegasnya.
Tantangan terbesar dalam melatih klub usia muda, menurutnya adalah, persiapan. “Butuh waktu dua minggu saja untuk persiapan kami. Cukup banyak kesulitan, tapi Alhamdulillah dengan kita jalani dengan sebuah program yang baik, anak-anak bisa bermain maksimal,” imbuhnya.
Mengenai target PSIS Semarang U-16 di gelaran Mola Elite Pro Academy tahun ini.
“Kalau kita berbicara mengenai target, secara pribadi, saya selalu menempatkan target tinggi. Saya juga disini sebagai pembelajaran sebagai seorang pelatih dan juga anak-anak. Target semaksimal mungkin kita bisa meraih prestasi terbaik di kompetisi tahun ini,” jelasnya.
Terakhir dia berharap pemainnya bisa terus memiliki karir sepak bola yang bagus dan menjadi atlet sepak bola profesional.
“Tentu saja harapan saya tinggi kepada mereka, karena di ajang ini mereka bisa menunjukkan kemampuan terbaik sepak bolanya untuk memikat para pencari bakat untuk membela timnas Indonesia atau Garuda Select. Semoga mimpi mereka sebagai pemain profesional dapat terwujud,” katanya.
“Di sepak bola semua berproses tidak ada yang instan, jangan hanya puas bermain di usia dini, karena target utama adalah bukan dari kelompok usia dini, tetapi bagaimana nanti mereka bisa bersaing di level top liga, dan bagaimana anak-anak kedepannya bisa bermain di liga 1 atau bahkan di klub luar negeri sekalipun,” tutupnya.
Profil Singkat Dicky Firasat
- Tempat Tanggal Lahir: Bandung, 16 July 1981 (40 tahun)
- Pekerjaan: Pelatih PSIS Semarang U-16
Karir Pemain:
1999 – 2003 Persikabo Bogor
2003 – 2008 Persib Bandung
2006 − 2007 Persikab Bandung (pinjaman)
2008 – 2010 Persela Lamongan
2010 – 2011 Persibo Bojonegoro
2011 – 2012 Arema Indonesia
2013 − 2014 Persijap Jepara
2015 – Persatu Tuban
What's Your Reaction?