PSMS LPI Juga Terdegrasi, Fabio Minta Maaf
PSMS LPI Juga Terdegrasi, Fabio Minta Maaf
"Saya baru saja katakan ke pemain saya di ruang ganti, minta maaf kepada pemain saya, karena memang saya yang bertanggung jawab atas statistik musim ini. Tapi untuk minta maaf kepada pemain bukan hal yang buruk bagi saya. Karena memang benar, saya pelatihnya dan saya bertangung jawab atas raihan musim ini. Saya pelatihnya, Fabio Lopez. Sebagai pelatih untuk melakukan minta maaf itu bukan hal yang aneh," kata Fabio usai pertandingan.
Dia juga memahami, ketika publik Medan menyalahkannya. "Karena dalam sepakbola di Italia. Saat tim menang, itu karena pemainnya yang bagus, tapi ketika tim kalah itu salah pelatih. Jadi tidak masalah," lanjutnya.
Dalam laga ini, sejatinya PSMS punya begitu banyak peluang. Varner Luis dkk tampil offensif sepanjang pertandingan. Persibo yang menurunkan kiper cadangan, Adith harus bekerja ektras keras untuk mementahkan semua serangan tim tuan rumah. PSMS sempat mencetak gol lewat Julio Alcorse pada menit 43, namun dianulir karena offside. Namun, keasyikan menyerang, PSMS malah dikejutkan lewat serangan balik yang berbuah gol melalui kaki Alexdro Leke menit 86 setelah menerima umpan matang dari Iskandar Nur.
"Ada sepuluh peluang yang kami buat hari ini, namun tidak bisa menjadi gol. Kami tidak bisa meraih sesuatu di partai terakhir. Karena harusnya kami bisa menyelamatkan tim ini jauh hari tidak pada hari ini. Saya katakan kepada pemain saya untuk belajar dari pengalaman ini," tutur pelatih asal Italia tersebut.
Setelah gol ini, permainan PSMS tidak banyak berubah dan terus menyerang. PSMS sendiri mendapatkan hadiah penalti pada injurytime setelah Azuan Lubis ditekel oleh bek Persibo. Wasit Deri Koswara menunjuk titik putih. Sayangnya, Julio Alcorse yang menjadi algojo gagal menceploskan si kulit bundar. Tendangannya malah jauh ke atas mistar gawang.
"Saya rasa sangat terlambat bicara untuk menyelamatkan tim ini. Saya tidak tahu bagaimana federasi, dan komisi disiplin tapi kami kemudian disebutkan pengurangan nilai menjadi sepuluh poin. Saya tahu jika seandainya dibalikkan poin itupun, telat untuk menyelamatkan tim," timpalnya. Fabio menyebutkan banyak hal yang harusnya bisa membawa PSMS ke keadaan lebih baik, misalnya tidak harus WO dari Persebaya hanya gara-gara tiket.
Dalam kehidupan saya, tidak pernah saya seperti ini, banyak klub yang menginginkan saya untuk menyelamatkan timnya dalam tujuh atau delapan pertandingan sisa. Saya bahkan punya julukan Magic Lopez di media, karena mampu melakukan hal tersebut (menyelamatkan tim). Tapi melakukan sendiri tidak akan bisa. Sendiri tidak akan bisa melakukan apa-apa. Dalam tim itu ada manajemen, staf teknik. Hanya pelatih tidak akan bisa melakukan. Di sini, hanya saya dan pemain yang melakukan," bebernya.
Fabio juga mengatakan sangat berterima kasih dengan orang-orang di PSMS. Terutama asisten pelatihnya, M Khaidir. Dan dia menyukai Medan dan orang-orangnya. "Saya terima kasih yang sangat spesial kepada Coach Khaidir yang mendukung saya dalam segala hal hingga akhir musim. Saya doakan yang terbaik untuk dia dengan segala hormat untuk pria ini yang telah memberikan saya pelajaran. Selamat tinggal," jelas mantan pelatih FK Banga Gargždai dan FK Šiauliai di Lithuania ini. (Bolahita)
What's Your Reaction?