Suporter Mulai Pesimis dengan Persiapan PSMS Medan Jelang Liga 2 2025/2026

Persiapan PSMS Medan menjelang bergulirnya kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2025/2026 mulai menuai sorotan. Minimnya pergerakan dari manajemen dalam membentuk tim memicu kekhawatiran dan rasa pesimis di kalangan suporter.

Jul 16, 2025 - 09:47
Jul 16, 2025 - 09:49
 0
Suporter Mulai Pesimis dengan Persiapan PSMS Medan Jelang Liga 2 2025/2026
Manajemen PSMS Medan ketika beraudiensi dengan Gubernur Sumut, Bobby Nasution

BOLAHITA - Persiapan PSMS Medan menjelang bergulirnya kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2025/2026 mulai menuai sorotan. Minimnya pergerakan dari manajemen dalam membentuk tim memicu kekhawatiran dan rasa pesimis di kalangan suporter.

Ketua PSMS Medan Fans Club (PFC), Tatang Angkasa Tarigan, menyampaikan kegelisahannya karena hingga pertengahan Juli belum ada kepastian mengenai pelatih maupun pemain yang akan memperkuat tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut.

“Melihat kondisi sekarang, saya pesimis PSMS bisa berbuat banyak musim ini. Untuk sekadar bertahan di Liga 2 pun rasanya sulit,” ujar Tatang saat dihubungi media, Selasa (15/7).

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Tatang menilai bahwa manajemen saat ini lamban dalam mengambil langkah, bahkan terkesan menutup diri dari komunikasi dengan kelompok suporter.

“Sampai sekarang, belum pernah sekalipun ada ajakan dari manajemen untuk duduk bersama dengan suporter. Ini menimbulkan banyak pertanyaan,” lanjutnya.

Meskipun kecewa, Tatang mengaku masih berharap akan ada perkembangan positif dalam waktu dekat. Namun jika tidak ada kabar hingga akhir pekan ini, pihaknya berencana menggandeng suporter lain, Kampak FC dan lainnya untuk meminta penjelasan langsung dari manajemen.

“Kalau dalam pekan ini tetap belum ada kabar, kami akan inisiatif mengajak duduk bareng. Ini demi masa depan tim yang kami cintai,” ungkapnya.


Tatang juga mengungkapkan kekecewaannya atas kepergian sejumlah pemain kunci PSMS musim lalu seperti Juninho Cabral, Rahmat Hidayat, Ihksan Chan, Kurniawan Karman, dan Irwanto Bajo yang telah resmi bergabung ke klub lain. Ia menyayangkan lambatnya langkah manajemen sehingga pemain-pemain andalan tersebut lepas tanpa pengganti sepadan.

“Cabral musim lalu cukup gacor, tapi karena lambatnya manajemen, ya akhirnya dia pindah. Ini sangat mengecewakan,” tambahnya.

Lebih jauh, Tatang menilai jika kondisi ini terus berlanjut, PSMS hanya akan mendapatkan sisa pemain yang belum terikat kontrak dengan tim lain. “Kalau telat terus begini, yang kita dapat nanti pemain sisa, karena yang bagus pasti sudah dikontrak klub lain, baik di Liga 1 maupun Liga 2,” katanya.

Ia berharap manajemen segera memberi kejelasan terkait arah tim ke depan, terutama karena para pendukung setia PSMS masih terus menanti kabar baik.

“Sampai kapan PSMS seperti ini? Kalau memang tak sanggup, pikirkan juga perasaan kami masyarakat Medan yang selalu setia menunggu. Jangan sampai terus tidak ada kabar,” tegas Tatang.

Sebelumnya, manajemen PSMS Medan menyampaikan bahwa mereka masih berupaya menjalin kerja sama dengan investor sebagai bagian dari persiapan menghadapi Liga 2 musim depan. Mereka mengaku akan bekerja keras untuk menyelesaikan segala kebutuhan tim, termasuk menunjuk pelatih dan menyusun komposisi pemain.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow