Eko Purdjianto Sebut Piala Presiden Elite 2026 Jadi Pelajaran Berharga Jelang Championship
PSMS Medan harus mengakhiri kiprahnya di Piala Presiden Elite 2026 tanpa meraih satu poin setelah takluk 1-4 dari Persija Jakarta pada laga terakhir Grup B di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (1/8/2026) sore WIB.
BOLAHITA.ID, SURABAYA – PSMS Medan harus mengakhiri kiprahnya di Piala Presiden Elite 2026 tanpa meraih satu poin setelah takluk 1-4 dari Persija Jakarta pada laga terakhir Grup B di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (1/8/2026) sore WIB.
Sementara itu, kemenangan ini membuat Persija Jakarta tetap menjaga peluang lolos ke babak semifinal.
Macan Kemayoran tampil dominan sejak awal pertandingan. Persija membuka keunggulan pada menit ke-22 melalui Arlyansyah Abdulmanan yang memanfaatkan umpan matang Witan Sulaeman. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
PSMS bangkit pada babak kedua. Tim asuhan Eko Purdjianto berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol Ikhsan Chan pada menit ke-58. Gol tersebut menjadi gol pertama Ayam Kinantan sepanjang tampil di Piala Presiden Elite 2026.
Namun, Persija kembali menunjukkan kualitasnya pada 10 menit terakhir pertandingan. Victor Dethan membawa Macan Kemayoran kembali unggul pada menit ke-80, disusul gol Agi Firmansyah empat menit berselang. Gustavo Almeida kemudian memastikan kemenangan Persija lewat gol pada menit ke-88 sekaligus menutup laga dengan skor 4-1.
Hasil tersebut membuat Persija masih memiliki peluang melangkah ke semifinal, sedangkan PSMS Medan harus puas mengakhiri turnamen dengan tiga kekalahan beruntun setelah sebelumnya kalah 0-2 dari Port FC dan 0-1 dari Persebaya Surabaya.
Lihat postingan ini di Instagram
Usai pertandingan, pelatih PSMS Medan Eko Purdjianto mengakui Persija tampil lebih baik dan layak meraih kemenangan. Meski kecewa dengan hasil akhir, ia menilai turnamen pramusim ini memberikan banyak pelajaran penting bagi timnya.
"Yang pertama, apresiasi buat Persija yang berhasil menang 4-1," ujar Eko dalam konferensi pers.
Pelatih berusia 53 tahun itu menilai kekalahan tersebut dipengaruhi sejumlah kesalahan yang dilakukan para pemainnya. Menurutnya, seluruh kekurangan akan menjadi bahan evaluasi sebelum mengarungi kompetisi Championship 2026/2027.
"Terlepas dari kesalahan-kesalahan kita sendiri, ini menjadi pelajaran yang sangat berharga. Ke depan, terutama menghadapi kompetisi, tentu akan kita perbaiki," katanya.
Eko juga memberikan apresiasi terhadap kualitas penyelenggaraan Piala Presiden Elite 2026 yang dinilainya semakin kompetitif dengan menghadirkan lawan-lawan berkualitas.
"Turnamen Piala Presiden ini semakin berkualitas. Lawan-lawan yang kita hadapi juga sangat bagus. Semoga ke depannya Piala Presiden semakin berbobot dan semakin layak dinikmati seluruh masyarakat Indonesia," ucapnya.
Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia itu menjelaskan perubahan komposisi pemain pada laga kontra Persija tidak lepas dari kondisi skuad yang diterpa cedera.
"Kita tahu ada beberapa pemain yang absen karena cedera. Makanya kita coba Ikhsan. Memang dia lebih bagus bermain di depan, terutama dari sisi kiri. Tadi akhirnya proses gol juga dilakukan oleh Ikhsan," ungkapnya.
Menurut Eko, rotasi pemain memang menjadi bagian dari proses pembentukan tim agar seluruh anggota skuad mendapatkan kesempatan menunjukkan kemampuan mereka.
"Semua pemain kita coba. Harapannya tentu untuk mematangkan tim ke depannya," ujarnya.
Sementara itu, pemain bertahan PSMS Medan, Gufron, turut mengucapkan selamat kepada Persija atas kemenangan yang diraih.
"Kami mengucapkan selamat kepada Persija atas kemenangan ini," kata Gufron.
Meski menelan kekalahan, ia menegaskan seluruh pemain akan menjadikan hasil di Piala Presiden sebagai motivasi untuk tampil lebih baik saat Championship 2026/2027 bergulir.
"Turnamen ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami. Kami akan memperbaiki semua kekurangan dan mempersiapkan diri lebih baik lagi menghadapi Liga 2 (Championship)," ujarnya.
Gufron juga menyampaikan apresiasi kepada para pendukung PSMS yang tetap setia memberikan dukungan sepanjang turnamen.
"Terima kasih kepada semua suporter yang sudah datang dan terus mendukung kami. Dukungan mereka menjadi motivasi bagi kami untuk bangkit," tuturnya.
Meski gagal mencatatkan kemenangan di Piala Presiden Elite 2026, PSMS Medan membawa pulang pengalaman berharga setelah menghadapi tim-tim kuat seperti Port FC, Persebaya Surabaya, dan Persija Jakarta. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal penting bagi Ayam Kinantan untuk tampil lebih kompetitif saat mengarungi Championship 2026/2027.
What's Your Reaction?