Tiga Pemain PSMS Medan Diguyur Kartu Merah, Eko Purdjianto Berharap Tak Terulang
Tiga pemain PSMS Medan menerima kartu merah dalam tiga laga tandang Pegadaian Championship 2026/27. Pelatih PSMS, Eko Purdjianto berharap, insiden serupa tidak terulang pada pertandingan berikutnya.
BOLAHITA.ID, MEDAN – PSMS Medan menghadapi persoalan disiplin pemain setelah tiga penggawanya menerima kartu merah dalam tiga laga tandang Pegadaian Championship 2026/2027. Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, berharap kejadian serupa tidak kembali terulang pada pertandingan selanjutnya.
Tiga pemain yang diusir wasit adalah Rudi N. Rajak, Arsyaq Gufran Rachmadhan, dan Rizdjar Nurviat Subagja. Ketiganya menerima kartu merah saat PSMS menghadapi Sumsel United, Adhyaksa FC Bekasi, dan PSPS Pekanbaru.
Rentetan kartu merah tersebut menjadi tantangan bagi Ayam Kinantan dalam menjaga konsistensi permainan, terutama ketika melakoni pertandingan di kandang lawan.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Kartu merah pertama diterima Rudi N. Rajak saat PSMS bertandang ke markas Sumsel United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu (13/9). Rudi harus meninggalkan lapangan pada menit ke-57. Meski bermain dengan 10 pemain, PSMS tetap mampu membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 2-2.
Nasib serupa dialami Arsyaq Gufran Rachmadhan ketika PSMS menghadapi Adhyaksa FC Bekasi di Stadion Chandra Bhaga, Bekasi, Minggu (27/9). Arsyaq menerima kartu merah pada menit ke-76. Namun, kekurangan jumlah pemain tidak menghalangi PSMS meraih kemenangan tipis 1-0.
Sementara itu, kartu merah ketiga diterima Rizdjar Nurviat Subagja saat PSMS bertandang ke markas PSPS Pekanbaru di Stadion Kaharuddin Nasution, Minggu (11/10). Rizdjar diusir wasit pada menit ke-31, sehingga PSMS harus bermain dengan 10 pemain selama sebagian besar pertandingan.
Kali ini, PSMS gagal mengamankan hasil positif. Tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut harus mengakui keunggulan tuan rumah PSPS Pekanbaru dengan skor 1-2.
Eko Purdjianto menilai, bermain dengan komposisi pemain lengkap memberikan keuntungan bagi PSMS. Menurutnya, tim mampu mengendalikan jalannya pertandingan sebelum Rizdjar menerima kartu merah dalam laga kontra PSPS.
Lihat postingan ini di Instagram
"Ya, main 11 lawan 11 itu menguntungkan buat kami. Kemarin sebelum kartu merah, kami menguasai pertandingan. Adanya kartu merah membuat fokus pemain juga berkurang, karena pemain capek dan jumlahnya jadi berkurang," ujar Eko, Rabu (14/10).
Meski demikian, Eko menegaskan bahwa dirinya tidak melarang pemain melakukan pelanggaran dalam situasi pertandingan. Dia meminta para pemain lebih cermat membaca situasi di lapangan agar tidak melakukan tindakan yang berujung pada kartu merah dan merugikan tim.
Pelatih PSMS itu berharap anak asuhnya dapat menjaga kedisiplinan sepanjang pertandingan, sehingga tim bisa tampil dengan kekuatan penuh dan mempertahankan peluang meraih hasil maksimal.
"Bukan kami larang mereka buat pelanggaran, tapi ya pemain yang tahu di lapangan. Kami hanya berharap tidak ada lagi kartu merah ke depannya," tegasnya.
What's Your Reaction?